News Ticker

Hamas: Pemilu Komprehensif Diperlukan untuk Bangun Kembali Sistem Politik Palestina

Khalil al-Hayya

Arrahmahnews.com, PALESTINA – Seorang pejabat tinggi Hamas telah menegaskan kembali posisi gerakan perlawanan itu tentang perlunya mengadakan pemilihan umum yang komprehensif untuk membangun kembali sistem politik Palestina.

“Hamas menyambut baik diadakannya pemilihan untuk dewan legislatif, kepresidenan dan Dewan Nasional dan akan bekerja untuk kesuksesan mereka,” kata Khalil al-Hayya, anggota biro politik Hamas, dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis (10/10).

“Visi nasional untuk rekonsiliasi Palestina adalah batu loncatan penting bagi kita untuk menyatukan kembali rakyat Palestina dan mencapai persatuan nasional berdasarkan kemitraan,” katanya lebih lanjut.

Baca: Warga Tepi Barat Palestina Laksanakan Pemilu Lokal

Pernyataan pejabat senior Hamas itu disampaikan dua hari setelah Presiden Mahmoud Abbas mendelegasikan kepala Komisi Pemilihan Umum Hanna Naser untuk mengadakan pertemuan dengan faksi-faksi Palestina guna mempersiapkan pemilihan parlemen.

Namun, faksi-faksi, termasuk Hamas dan Jihad Islam, menuntut diadakannya pemilihan umum yang komprehensif untuk Dewan Legislatif Palestina, Otoritas Palestina, yang dipimpin oleh Abbas, dan Dewan Nasional.

Kendati demikian, al-Hayya mengatakan bahwa Hamas akan mencari jaminan bahwa Fatah akan menerima hasil pemilu sepenuhnya. Sebab dia tak menghendaki masalah seperti tahun 2006 terulang kembali. Saat itu Hamas memenangkan pemilu namun Fatah menolak hasilnya.

Baca: Hamas akan Gagalkan Rencana Israel Halangi Hak Kembali Pengungsi Palestina

Sebelumnya pemimpin Hamas Ismail Haniyeh telah mengatakan akan mendukung proses rekonsiliasi tanpa syarat untuk mengakhiri perpecahan internal antara berbagai faksi atau kelompok di Palestina. Hal itu ia umumkan setelah delapan faksi Palestina menyerukan hal tersebut pasca menggelar konferensi di Jalur Gaza pada September lalu.

“Penerimaan Hamas atas prakarsa ini berasal dari kesadaran kami akan keadaan saat ini dan ancaman strategis nyata terhadap tujuan kami, serta keyakinan kami bahwa persatuan nasional adalah kewajiban dan kebutuhan nasional,” kata Haniyeh.

Ia menilai persatuan nasional dibutuhkan untuk menghadapi pendudukan Israel. “Tidak mungkin bagi rakyat yang menderita di bawah pendudukan untuk berhasil dalam upaya pembebasannya tanpa persatuan internal yang tulus dan koheren,” ujarnya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: