arrahmahnews

Korut soal Tekanan AS: Kesabaran Kami Ada Batasnya

Arrahmahnews.com, PYONGYANG – Korea Utara memperingatkan akan melanjutkan uji coba rudal nuklir jangka panjang sebagai tanggapan atas peluncuran rudal balistik antarbenua AS bulan ini, dimana dikatakan bahwa peluncuran oleh AS itu bertujuan untuk memberikan tekanan lebih pada Pyongyang.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “ada batas kesabaran” Pyongyang dan bahwa pada akhirnya bisa mengakhiri penghentian uji coba nuklir dan misilnya.

“DPRK dapat memberikan tit untuk tat, tetapi (saat ini) masih menahan diri di bawah penilaian bahwa mereka tidak perlu melakukan perlawanan dan itu masih terlalu dini,” kata pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi KCNA, menggunakan akronim untuk nama resmi Korea Utara.

Baca: Korut: Kami Tak Akan Lanjutkan Pembicaraan Sampai AS Hentikan Permusuhan

“Sebagaimana diakui oleh masyarakat internasional, Amerika Serikat melakukan uji coba rudal balistik antarbenua baru-baru ini dalam upaya untuk menekan DPRK,” bunyi pernyataan itu menambahkan.

Pyongyang, katanya, “dapat memberikan gayung bersambut, tetapi kami sekarang menahan diri di bawah pertimbangan bahwa serangan balasan belum diperlukan dan itu masih terlalu dini.”

“Tetapi ada batas untuk kesabaran kami dan tidak ada jaminan bahwa semua kesabaran kami akan berlanjut tanpa batas,” tambahnya.

Korea Utara juga mengkritik seruan oleh anggota Dewan Keamanan PBB agar Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya.

Baca: Negoisasi di Swedia Terhenti, Korut: AS Tak Bawa Apa-apa ke Meja Perundingan

Kelima anggota dewan Eropa meminta Korea Utara pada hari Selasa “untuk mengambil langkah nyata” untuk menyerahkan senjata nuklir dan program rudal balistiknya.

Korea Utara mengatakan, “tidak ada alasan yang bisa dibenarkan” bagi Dewan Keamanan PBB untuk menangani masalah yang berkaitan dengan pertahanan diri negara itu, dan menambahkan bahwa negara-negara Eropa telah “bertindak atas dorongan AS.”

Panggilan itu datang beberapa hari setelah Korea Utara mengatakan negara itu melakukan uji coba rudal balistik baru yang diluncurkan oleh kapal selam. Korea Utara telah menghentikan uji coba rudal dan nuklirnya secara sepihak sesaat sebelum membaiknya hubungan diplomatik dimulai antara Pyongyang dan Seoul pada awal 2018. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: