News Ticker

Rusia dan AS Veto Pernyataan Eropa Tentang Agresi Turki ke Suriah

Arrahmahnews.com, New York – Rusia dan Amerika Serikat menggunakan hak veto di Dewan Keamanan PBB atas pernyataan Eropa soal invasi Turki ke Suriah Utara.

Dewan mengadakan pertemuan tertutup pada hari Kamis untuk membahas serangan militer Ankara, yang dimulai pada hari Rabu meskipun ada peringatan luas dari para pemimpin dunia.

Moskow dan Washington punya alasan sendiri untuk memveto pernyataan oleh lima anggota Eropa – Prancis, Jerman, Belgia, Inggris, dan Polandia – yang menyerukan pertemuan itu untuk mengakhiri aksi militer sepihak.

Dalam sebuah pernyataan bersama setelah diskusi, Eropa meminta Ankara “untuk menghentikan aksi militer sepihak,” dan memperingatkan bahwa serangan itu mengancam kemajuan.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan negaranya hanya akan mendukung gerakan DK PBB yang menangani masalah yang lebih luas, termasuk kehadiran pasukan asing di Suriah.

BacaDunia Kecam Operasi Militer Turki di Suriah

Di sisi lain, Duta Besar AS Kelly Craft mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden AS Donald Trump “telah menjelaskan” bahwa Washington tidak “dengan cara apa pun” mendukung tindakan Turki.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar berbicara dengan timpalannya dari Perancis Florence Parly, Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace melalui telepon untuk memberi tahu tentang perkembangan terakhir.

Pertemuan DK PBB terjadi sehari setelah Turki meluncurkan Operation Peace Spring, yang ketiga dalam serangkaian operasi lintas perbatasan di Suriah Utara.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengklaim bahwa serangan itu hanya menargetkan para militan yang berafiliasi dengan Daesh serta milisi Kurdi yang disebut Unit Perlindungan Rakyat (YPG) untuk membangun wilayah aman Turki di sana.

Ankara mengatakan YPG secara efektif adalah sayap militer Partai Pekerja Kurdistan (PKK). YPG juga membentuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang menguasai banyak wilayah utara Suriah.

Turki, menurut Erdogan, sedang berusaha membangun zona aman untuk memukimkan jutaan pengungsi di sana.

Sementara itu, kelompok-kelompok hak asasi manusia telah memperingatkan bahwa perang ini hanya akan membunuh warga sipil yang tinggal di kota-kota ramai di kedua sisi perbatasan. Juga tidak ada data pasti yang tersedia mengenai jumlah sebenarnya korban.

Sumber-sumber Suriah melaporkan pada Kamis malam, bahwa setidaknya empat warga sipil Suriah terbunuh dan empat lainnya luka-luka karena serangan Turki di kota perbatasan Ras al-Ayn.

Sebelumnya, SDF mengumumkan bahwa sembilan warga sipil telah tewas dalam serangan udara Turki.

Erdogan mengatakan bahwa pasukan negaranya telah membunuh, melukai, atau menangkap total 109 pasukan Kurdi. Namun, SDF mengatakan jumlah itu dilebih-lebihkan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), yang berbasis di London, mengatakan setidaknya 16 militan SDF terbunuh dan puluhan lainnya terluka.

SDF mengumumkan di salah satu akun Twitter-nya bahwa kelompok itu telah menghalangi pasukan Turki di sebelah timur sungai Jalab, dan menghancurkan tiga kendaraan militer serta menewaskan 22 tentara.

BacaDikecam atas Agresinya ke Suriah Utara, Erdogan Ancam Buka Kran Pengungsi ke Eropa

Sebagai balasan atas serangan Turki terhadap sasaran sipil, militan Kurdi menembakkan setidaknya tiga roket ke kota Akcakale, hingga menewaskan dua warga sipil.

Organisasi bantuan Komite Penyelamatan Internasional mengatakan setidaknya 64.000 orang dilaporkan telah meninggalkan rumah mereka dan jumlahnya bisa melampaui hingga 300.000 jika serangan berlanjut. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: