Arab Saudi

Aramco Kehilangan Produksi Minyak Senilai 2 Milyar Dolar

Arrahmahnews.com RIYADH – Arab Saudi kehilangan produksi minyak senilai 2 miliar dolar setelah serangan Yaman pada infrastruktur energi vital pada bulan lalu, sebuah laporan oleh Financial Times mengatakan.

Output negara itu turun hampir 1,3 juta barel per hari pada September, dari bulan sebelumnya, menurut data yang disampaikan kepada Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) oleh para analis dan konsultan, yang digunakan oleh kartel untuk menetapkan target produksi.

Arab Saudi mengatakan kepada peneliti OPEC bahwa produksi hanya mencapai 660.000 barel per hari, menurut laporan pasar minyak bulanan yang diterbitkan pada hari Kamis.

Riyadh telah berusaha untuk menekankan kemampuannya membawa produksi kembali ke tingkat normal dan ketahanan kelompok energi Aramco, FT melaporkan pada hari Kamis.

BacaMedia AS: Syok atas Serangan Aramco, Saudi Sambut Tawaran Damai Houthi

Negara ini telah berusaha mempertahankan ekspornya menggunakan minyak dalam penyimpanan. Namun, konsultan energi, analis, dan eksekutif industri mempertanyakan kemampuan produksi dan ekspor negara itu untuk dapat pulih hingga di atas 9 juta barel per hari dalam beberapa minggu.

Juga tidak jelas bagaimana para pejabat Saudi akan menghentikan serangan seperti itu.

Analis energi mengatakan serangan itu mirip dengan serangan besar-besaran ke jantung pasar minyak dan ekonomi global. Ini telah menurunkan produksi minyak OPEC ke level terendah sejak 2011.

Serangan-serangan itu juga akan menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi Arab Saudi tahun ini, kata Bank Dunia dalam sebuah laporan.

Laporan yang diterbitkan pada hari Kamis merevisi perkiraan tentang pertumbuhan tahunan produk domestik bruto (PDB) Arab Saudi dari sebelumnya 1,7% yang diumumkan pada bulan April menjadi 0,8%, dan mengatakan penurunan ini terutama disebabkan oleh pemotongan produksi minyak yang disebabkan oleh serangan 14 September serta memburuknya prospek global.

“Serangan terhadap fasilitas minyak Saudi pada bulan September menyebabkan gangguan pasokan yang signifikan yang juga diperkirakan akan berdampak pada pertumbuhan 2019,” kata laporan tentang serangan Yaman yang menargetkan fasilitas minyak yang dijalankan oleh perusahaan Aramco.

Arab Saudi terus-menerus menyangkal serangan itu akan berdampak pada keuangan kerajaan, dengan pemerintah memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB akan mencapai sekitar 1,9% pada akhir 2019.

BacaHaaretz: Israel Takut Serangan Drone yang Mirip dengan Aramco di Saudi

Serangan itu menyebabkan penurunan penilaian Aramco, perusahaan yang direncanakan untuk listing di pasar saham domestik sebagai bagian dari upaya untuk membiayai program pemerintah untuk modernisasi ekonomi.

Riyadh mengatakan pada bulan lalu mereka kecewa dengan pengumuman oleh lembaga pemeringkat Fitch yang telah menurunkan peringkat kredit negara itu menjadi A dari A+ setelah serangan itu. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.758 pelanggan lain

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: