News Ticker

AS Gagal Tahan 50 Teroris ISIS ‘Bernilai Tinggi’ di Suriah Utara

Arrahmahnews.com SURIAH – Pasukan Amerika Serikat dilaporkan gagal menangkap 50 tahanan  ISIS “bernilai tinggi” yang melarikan diri sejak serangan Turki terhadap kurdi dimulai.

Laporan New York Times pada hari Minggu datang setelah ratusan elemen ISIS melarikan diri dari kamp penahanan dengan keamanan rendah di tengah invasi Turki ke Suriah Utara.

Dilaporkan ada sekitar 11.000 tahanan di Suriah, 2.000 di antaranya berasal dari 50 negara yang belum mengambilnya kembali.

Pasukan Kurdi Suriah meninggalkan kamp-kamp penahanan di Suriah Utara, ketika teroris yang didukung Turki maju ke posisi Kurdi, The New York Times melaporkan pada hari Minggu.

Dalam satu insiden, sebuah kamp penahanan utama di Ain Eissa (Ayn Isa), yang terletak di ujung paling selatan zona aman yang ingin didirikan oleh Turki, dibiarkan tanpa penjaga setelah serangan udara Turki, kata laporan itu, mengutip administrator kamp Jalal al- Iyaf.

BacaKurdi Klaim 800 Teroris ISIS Lolos dari Tahanan Saat Serangan Turki

Kekacauan terjadi menyusul serangan udara, memungkinkan lebih dari 500 keluarga Daesh atau ISIS melarikan diri. Pejabat Kurdi juga melaporkan bendera ISIS dikibarkan di lokasi yang dirahasiakan antara kamp dan perbatasan Turki.

Guardian dalam laporannya mengklaim bahwa angkat yang lebih tepat adalah 750 elemen ISIS yang melarikan diri. Sementara, Kurdi mengklaim lebih dari 785 teroris ISIS melarikan diri.

Militer AS dilaporkan gagal mengambil alih setidaknya 50 teroris ISIS “bernilai tinggi” yang berada dalam tahanan Kurdi, setelah Kurdi menolak untuk bekerja sama dengan Amerika yang mundur dari zona panas di bawah perintah Presiden Trump, laporan itu mengatakan, mengutip dua pejabat AS.

Pasukan AS hanya menahan dan merelokasi dua teroris ISIS kelahiran Inggris, dari kelompok yang dijuluki “Beatles,” karena sudah ada rencana jelas untuk membawa mereka ke wilayah AS, kata para pejabat.

Menurut sumber-sumber The New York Times, tidak mungkin bagi Amerika Serikat untuk mengevakuasi tahanan ISIS sekarang karena operasi Turki, bahkan jika Kurdi memberi Washington kesempatan seperti itu. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: