News Ticker

Trump: Kurdi Sengaja Lepaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS Kembali

  • Purwaji, Ketua GP Ansor Riau
  • Makar Sri Bintang Pamungkas
  • Presiden Prancis
  • UNICEF
  • Timur Tengah
  • Serigala berbulu domba
  • Pertemuan di Astana
  • Zarif, Menlu Iran

Arrahmahnews.com, AMERIKA SERIKAT – Dalam mempertahankan keputusannya untuk mengeluarkan pasukan AS dari Suriah utara, Presiden Donald Trump menggemakan poin pembicaraan dari para pejabat Turki, menekankan bahwa pasukan Kurdi mungkin sengaja membiarkan tahanan ISIS melarikan diri dari kamp dan penjara.

“Kurdi mungkin melepaskan beberapa (tahanan ISIS) untuk membuat kita terlibat,” ujar Trump dalam cuitannya pada Senin pagi (14/10).

Berlawanan dengan tuduhan Trump, para pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa tidak ada indikasi bahwa Pasukan Demokrat Suriah yang dipimpin Kurdi telah dengan sengaja membebaskan 10.000 tahanan ISIS yang mereka jaga.

Baca: Tentara Suriah Masuki Tel Amer setelah Kesepakatan Damaskus-Kurdi

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan kepada CNN bahwa Presiden Trump “secara salah mengklaim bahwa Kurdi SDF telah membiarkan tahanan ISIS keluar dari penjara. Itu adalah salah karena mereka adalah orang-orang yang mengalahkan ISIS, salah karena mereka saat ini mempertaruhkan hidup mereka untuk mempertahankan pasukan kita dan salah karena mereka bertempur melawan pasukan yang bermaksud melenyapkan orang-orang mereka karena kita memberi lampu hijau untuk operasi yang menerangi mereka.”

Karena serangan pasukan Turki terhadap SDF di Suriah utara, milisi yang dipimpin Kurdi harus memindahkan pasukan yang menjaga penjara dan kamp yang menahan para teroris ISIS.

Sebelumnya diberitakan, otoritas Kurdi melaporkan hampir 800 pendukung asing ISIS yang ditahan di kamp penahanan di Ain Issa di Suriah utara telah melarikan diri usai terjadinya pemboman oleh Turki, Minggu (13/10).

Baca: Kurdi Klaim 800 Teroris ISIS Lolos dari Tahanan Saat Serangan Turki

Sementara Turki telah membantah bahwa serangan mereka tidak mungkin menyebabkan para tahanan ISIS keluar dari kamp-kamp penahanan. Ankara pun menuduh Kurdi telah secara sengaja “mengosongkan” penjara tersebut.

Turki telah mulai melancarkan operasi militer pada Rabu (09/10), mendorong pasukan yang dipimpin Kurdi menjauh dari wilayah perbatasan di timur laut Suriah yang dilanda pertempuran.

Pihak berwenang Kurdi telah berulang kali memperingatkan bahwa pertempuran dapat memfasilitasi kebangkitan ISIS, dengan memicu ketidakstabilan keamanan dan dapat membuat ISIS membebaskan ribuan anggota serta keluarga mereka yang ditahan di penjara dan kamp-kamp pengungsian.

Sekitar 12.000 anggota ISIS, baik yang berasal dari Suriah, Irak, serta warga asing dari 54 negara, telah ditahan di penjara Kurdi, menurut statistik resmi mereka. (ARN)

Iklan
  • HTI Benalu Indonesia
  • Pawai Khilafah
  • Politik
  • Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Habaib
  • Kerusuhan 22 Mei
  • Muljamisme Ideologi Horor dalam Islam

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: