News Ticker

Patroli Rusia Cegah Konflik antara Turki dan Suriah

Arrahmahnews.com SURIAH – Unit-unit polisi militer Rusia berpatroli di sepanjang area garis kontak antara pasukan Turki dan Suriah di dekat kota Manbij, Suriah Utara, untuk mencegah kemungkinan konfrontasi setelah penarikan pasukan AS dan serangan Turki terhadap militan Kurdi di daerah itu.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan patroli itu terjadi di sekitar Manbij, di mana pasukan pemerintah Suriah dikerahkan di bawah kesepakatan dengan militan Kurdi yang menguasai daerah itu.

“Tentara pemerintah Suriah memiliki kendali penuh atas kota Manbij dan permukiman terdekat,” bunyi pernyataan itu.

“Polisi militer Rusia terus melakukan patroli di wilayah perbatasan barat laut distrik Manbij di sepanjang garis kontak antara Tentara Arab Suriah dan pasukan bersenjata Turki,” tambahnya. “Kerja sama diselenggarakan dengan pihak Turki.”

Baca: VIDEO: Tentara Suriah Ambil Alih Pangkalan AS di Manbij

Rusia tidak merahasiakan oposisi terhadap serangan militer Turki ke Suriah, dan menyebutnya “tidak dapat diterima.”

Berbicara dengan wartawan di Abu Dhabi pada hari Selasa, utusan Rusia untuk Suriah, Alexander Lavrentiev, mendesak Ankara untuk tetap berpegang pada ketentuan Perjanjian Adana yang ditandatangani oleh Ankara dan Damaskus pada tahun 1998, yang memberi wewenang kepada Turki untuk sementara waktu mendorong hingga 10 kilometer ke Suriah, untuk melakukan operasi kontra-terorisme.

Dia bersikeras bahwa pasukan Turki tidak memiliki hak untuk tetap di wilayah Suriah secara permanen.

AFP mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa Moskow dan Washington menggunakan saluran yang ada untuk menghindari konflik.

Berbicara di Sochi pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan negaranya akan mendorong pemerintah Suriah dan militan Kurdi untuk mencapai kesepakatan dan mengimplementasikannya.

Dia juga mencatat bahwa dialog antara kedua pihak telah membuahkan hasil nyata, lapor kantor berita Rusia RIA.

Lavrov lebih lanjut menekankan bahwa pasukan Suriah dan Turki harus mencari cara untuk bekerja sama di Suriah Utara berdasarkan PerjanjianAdana 1998, tentang memerangi terorisme, dan menyatakan kesiapan Rusia untuk membantu kerja sama itu.

Serangan Turki ke Suriah telah membuat anggota kelompok teroris ISIS Takfiri melarikan diri, dan kemungkinan kebangkitannya , katanya.

Erdogan: Penyebaran SAA di Manbij ‘Tak Mengganggu’

Bereaksi terhadap penempatan tentara Suriah di Manbij, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa ia tidak terganggu.

“Pemerintah Suriah yang memasuki Manbij tidak terlalu negatif bagi saya. Mengapa? Lagipula itu tanah mereka. Tetapi, yang penting bagi saya adalah bahwa organisasi teroris tidak tetap di sana,” kata Erdogan kepada wartawan dalam penerbangan kembali dari Baku.

“Saya mengatakan ini kepada Vladimir Putin juga. Jika Anda membersihkan Manbij dari organisasi teroris, maka silakan, Anda atau rezim dapat menyediakan semua logistik. Tetapi jika Anda tidak melakukan ini, orang-orang di sana menyuruh kami untuk menyelamatkan mereka,” tambahnya.

Baca50 Bom Nuklir AS di Pangkalan Udara Incirlik, Turki

Erdogan mengadakan pembicaraan telepon dengan Putin tentang situasi di Suriah.

Kremlin mengatakan Selasa malam bahwa kedua pihak telah sepakat untuk memastikan integritas wilayah Suriah dan bertukar pandangan tentang perlunya menghindari kemungkinan konflik antara militer Turki dan Suriah.

“Vladimir Putin mengundang Tayyip Erdogan untuk datang ke Rusia dengan kunjungan kerja dalam beberapa hari mendatang. Undangan telah diterima,” katanya dalam sebuah pernyataan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: