News Ticker

Trump Utus Pompeo dan Pence ke Turki untuk ‘Gencatan Senjata’

  • Kemanusiaan
  • Nunung dan Suami Ditangkap karena Nyabu
  • Agenda PKS
  • KURANG AJAR! Caleg PAN "H Yandri S" Fitnah Jokowi Legalkan Pernikahan Sejenis
  • foto 22 Mei
  • Wajah para perusuh demo
  • Ina Yuniarti Cs
  • Prabowo Subianto
  • NU Tak Pakai Istilah Kafir Bagi Non-Muslim, Kiai Ma'ruf: Demi Kerukunan Bangsa

Arrahmahnews.com, AMERIKA SERIKAT – Wakil Presiden AS Mike Pence dan Sekretaris Negara Mike Pompeo pergi ke Turki untuk mengupayakan “gencatan senjata,” yang sudah ditolak Presiden Tayyip Erdogan.

Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih pada Hari Selasa (15/10) bahwa keduanya telah pergi dalam upaya yang dinyatakan untuk mengakhiri serangan Turki ke Suriah utara, yang tidak mungkin terjadi jika bukan karena lampu hijau dari AS sendiri.

“Kami ingin membawa tentara kami kembali ke rumah dan kami akan sangat tangguh di Turki dan banyak lainnya. Mereka harus mempertahankan properti mereka sendiri sekarang mereka harus menjaga perdamaian dan keamanan dan kami akan melihat apa yang terjadi,” katanya. “Delegasi itu meminta gencatan senjata. Kami memberikan sanksi terkuat yang dapat kalian bayangkan tetapi mereka mendapat banyak. Kami memiliki banyak pilihan jika mereka tidak, jika mereka tidak memiliki dampak termasuk tarif besar pada baja, mereka mengirimkan banyak baja ke Amerika Serikat. Mereka menghasilkan banyak uang untuk pengiriman baja, mereka tidak akan menghasilkan banyak uang lagi.”

Baca: Trump: Pemerintah Suriah Harus Lindungi Kurdi dari Turki Bukan Amerika

Erdogan, sementara itu sebagaimana dilaporkan Reuters, mengatakan kepada Trump dalam panggilan telepon bahwa Ankara tidak akan pernah mengumumkan gencatan senjata di timur laut Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berpusat di Inggris mengatakan sebelumnya bahwa dua tentara Suriah tewas oleh tembakan artileri dari pemberontak pro-Turki di utara negara itu, setelah memasuki wilayah tersebut atas permintaan Kurdi. Kemudian, Turki juga melaporkan korban di pihaknya sendiri menyalahkan pemerintah Suriah.

Sementara itu, kata Senator AS dari Partai Republik, Lindsey Graham, sebuah RUU diperkenalkan di Senat AS pada hari Kamis, memberikan sanksi kepada Turki untuk invasi ke Suriah utara. (ARN)

Iklan
  • Aksi Sweeping Brigade Muslim Indonesia
  • BMKG: Gempa 7,1 M Guncang Maluku Utara & Sulut, Tsunami Terdeteksi
  • Terorisme
  • Koruptor
  • Munas Alim Ulama di Bali
  • Meme Amien Rais
  • KEBACUT! Cak Lontong 'Semprot' Mardani Ali Sera Soal Umroh Jokowi
  • HTI Ormas Antek Asing
  • Waspada Hoaks
  • Cuitan Gibran
  • Karni Ilyas, Tv One
  • #PrayForPapua
  • Hanan Attaki

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: