News Ticker

AS Berlakukan Pembatasan pada Diplomat Cina

Arrahmahnews.com WASHINGTON – Pemerintah AS memerintahkan para diplomat Cina untuk memberi tahu Departemen Luar Negeri sebelum mengadakan pertemuan dengan pejabat federal dan lokal Amerika, dan menggambarkan pembatasan itu sebagai langkah “timbal balik”.

Berbicara dengan syarat anonimitas, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa diplomat Cina di Amerika Serikat sekarang harus memberikan pemberitahuan sebelumnya pada setiap pertemuan dengan pejabat negara, lokal, dan kota, serta kunjungan ke lembaga pendidikan dan penelitian.

Pejabat itu mengatakan tindakan dilakukan sebagai tanggapan terhadap pembatasan yang dihadapi para diplomat Amerika ketika berusaha menemui pejabat dan akademisi China.

“Tindakan ini merupakan respons terhadap apa yang dilakukan pemerintah RRC (Republik Rakyat Tiongkok) untuk membatasi interaksi yang diberlakuakn kepada diplomat kita di Cina dengan para pemangku kepentingan Cina,” kata pejabat Departemen Luar Negeri itu.

BacaPutin: Rusia Bantu China Bangun Sistem Peringatan Serangan Rudal

“Sayangnya di Cina, diplomat AS tidak memiliki akses tanpa batas ke sejumlah orang penting bagi kami untuk melakukan pekerjaan kami di sana. Itu termasuk pejabat tingkat lokal dan provinsi, lembaga akademik, lembaga penelitian. Kita harus meminta izin dan izin seperti itu sering kali ditolak,” klaim pejabat itu.

Departemen Luar Negeri mengatakan arahan itu berlaku untuk para pejabat yang bekerja di “semua Misi Tiongkok di Amerika Serikat dan wilayahnya, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa.”

Langkah AS ‘melanggar Konvensi Wina’

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di Twitter, Kedutaan Besar China di Washington membantah bahwa Beijing menerapkan pembatasan serupa terhadap diplomat AS.

“Sejauh ini, pihak China tidak memiliki persyaratan serupa pada diplomat Amerika dan pejabat konsuler di China,” katanya menambahkan. “Adapun untuk timbal balik, AS memiliki jumlah personil diplomatik yang jauh lebih besar di Cina daripada Cina di AS.”

Selama lebih dari satu tahun, Washington dan Beijing telah terlibat dalam perang dagang menyangkut masalah-masalah seperti keamanan dunia maya, peraturan, kekayaan intelektual, subsidi, dan tarif.

Pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan putusan baru itu “tidak secara langsung terkait” dengan perang dagang dengan China. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: