News Ticker

Suriah: Invasi Turki Perlihatkan Wajah Asli Rezim Fasis Erdogan

Arrahamhnews.com SURIAH – Damaskus sangat mengutuk serangan darat yang sedang berlangsung oleh tentara Turki dan militan Takfiri dukungannya terhadap pasukan Kurdi di Suriah Utara, dengan mengatakan operasi militer berakar pada “ambisi dan ilusi ekspansionis” dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

“Terlepas dari kecaman internasional yang meluas, rezim Erdogan masih bersikeras melakukan agresi telanjang terhadap Suriah, dan mendatangkan kematian dan kehancuran melalui pelanggaran berat terhadap semua peraturan dan prinsip internasional dengan jelas memperlihatkan wajah asli rezim fasis Erdogan,” sumber resmi yang tidak disebutkan namanya di Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah mengatakan kepada kantor berita SANA dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Sumber itu menambahkan, “Agresi Turki yang berbahaya ini adalah hasil dari ambisi ekspansionis dan ilusi Erdogan, dan menegaskan bahwa rezim mengklasifikasikan kelompok-kelompok teroris yang telah memberikan semua bentuk dukungan. Serangan itu merupakan pukulan berat bagi upaya yang ditujukan untuk menemukan solusi bagi krisis di Suriah. Karenanya, hal itu membuat rezim Turki kehilangan posisinya sebagai penjamin proses perdamaian Astana karena agresinya sepenuhnya bertentangan dengan prinsip-prinsip dan keputusan-keputusan proses tersebut.”

BacaMONITOR: Labih dari 300.000 Kurdi Menungsi Akibat Serangan Turki

Sumber Kementerian Luar Negeri Suriah menegaskan kembali “penolakan penuh dan kecaman keras negaranya atas agresi Turki yang terang-terangan dan campur tangan dalam urusan dalam negeri Suriah,” mengatakan bahwa Damaskus juga “menegaskan solidaritas dan persatuan bangsa Suriah di bawah perlindungan bendera nasional untuk menghadapi agresi Turki, menjaga kedaulatan Suriah dan integritas wilayah, serta mencegah orang lain ikut campur dalam urusan internal Suriah.”

“Seluruh komunitas internasional harus memikul tanggung jawab menekan rezim Erdogan untuk mengakhiri agresi terhadap Suriah, meminta sepenuhnya untuk bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan, dan memaksa rezim Turki untuk meninggalkan kebijakan destruktifnya, yang menjadi ancaman bagi kawasan dan keamanan global, perdamaian dan stabilitas,” sumber itu menyimpulkan.

Kurdi Suriah mendesak koridor sipil untuk evakuasi dari kota perbatasan

Dalam perkembangan yang relevan, otoritas Kurdi di timur laut Suriah menyerukan koridor kemanusiaan untuk mengevakuasi warga sipil dari kota perbatasan Ra’s al-Ayn, yang saat ini dikelilingi oleh pasukan Ankara.

“Ini adalah kemajuan nyata pertama pasukan Turki di dalam kota, menyusul perlawanan sengit oleh Pasukan Demokrat Suriah (SDF),” kata kelompok pemantau yang berbasis di Inggris.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), pemerintah Kurdi menyerukan “intervensi mendesak untuk membuka koridor kemanusiaan yang aman untuk mengevakuasi warga sipil yang terluka dan terperangkap di Ra’s al-Ayn.”

Kepala Observatorium, Rami Abdul Rahman, yang dikutip oleh AFP mengatakan bahwa pasukan Ankara telah mengambil setengah kota pada Kamis pagi, dan menambahkan, “serangan udara intensif di Ra’s al-Ayn terus berlangsung selama tiga hari terakhir.”

Kurdi menuduh Turki menggunakan senjata kimia

Lebih lanjut, Kurdi Suriah menuduh Turki menggunakan senjata kimia terlarang seperti napalm dan fosfor putih dalam serangan lintas batas mereka.

Otoritas Kurdi di timu laut Suriah, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis, mengatakan Turki menggunakan senjata seperti itu ketika menghadapi perlawanan keras yang tak terduga oleh para pejuang Kurdi di kota perbatasan utama Ra al-Ayn.

“Turki menggunakan semua senjata yang tersedia untuk melawan Kurdi di Ra’s al-Ayn,” bunyi pernyataan itu.

BacaWarga Sipil Alami Luka Bakar Akibat Bahan Kimia di Tengah Pertempuran Kurdi-Turki di Ras Al-Ayn

“Dihadapkan pada kegagalan rencananya, Erdogan menggunakan senjata yang dilarang secara global seperti fosfor dan napalm,” tambahnya.

Sebelumnya, SANA, mengutip sumber-sumber lokal, melaporkan bahwa beberapa warga Ra’s al-Ayn tiba di rumah sakit Hasakah dengan “luka bakar yang parah,” yang tampaknya disebabkan oleh “zat kimia yang tidak diketahui.”

Ra-al-Ayn telah menjadi tempat pertempuran antara militan Kurdi dan militer Turki. Ada laporan tentang serangan dan penembakan Turki di kota utara selama beberapa hari terakhir. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: