News Ticker

Melawan Konstitusi, PA 212 Tolak Kekuasaan Sah Jokowi-Ma’ruf Amin

Inkonstitusional, PA 212, Jokowi PA 212

Arrahmahnews.com, Jakarta – Sebuah upaya melawan konstitusi ditampakkan oleh Slamet Maarif Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212 yang menolak kekuasaan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024 yang secara sah dipilih oleh rakyat.

Ketum PA 212 mengatakan pihaknya menuruti hasil Ijtimak Ulama 4 yang menolak hasil Pilpres 2019 karena berbagai dugaan kecurangan.

Baca: Wahyu Sutono: Sakau Politik di Negeri Agamis

“PA 212 berpegang pada hasil Ijtima ulama 4 salah satu poin utamanya menolak kekuasaan yang dihasilkan dari kecurangan, kezaliman serta menjaga jarak dengan kekuasaan tersebut”, ujar Slamet lewat pesan singkat seperti dikutip CNNIndonesia.com, Minggu (20/10/2019).

Dia menuturkan PA 212 akan terus menjadi kelompok yang melawan pemerintah zalim. Bahkan mereka tak akan merapat ke Jokowi meski calon presiden dan wakil presiden yang selama ini mereka dukung, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, mendukung pemerintahan Jokowi.

Slamet berujar menghargai keputusan Prabowo dan Gerindra untuk merapat ke Jokowi. Namun ia tak bisa menutupi kekecewaan terhadap Prabowo.

Baca: Isu Kriminalisasi Ulama Upaya Adu Domba Alumni 212 untuk Kacaukan NKRI

“Kami menyayangkan keputusan Prabowo Subianto yang pastinya melukai perasaan pendukungnya, termasuk emak-emak militan,” tutur Slamet.

Seperti kita ketahui bersama PA 212 tidak mewakili suara umat Islam di Indonesia sama sekali, dan apa yang diutarakan oleh mereka tidak sesuai dengan UUD.

Pernyataan PA 212 tidak sejalan dengan rekomendasi Multaqo ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim yang mengajak umat Islam di Indonesia taat kepada konstitusi, berikut beberapa rekomendasi penting dalam Multaqo ulama:

  1. Kami menegaskan kembali kesepakatan para pendiri bangsa yang di dalamnya alim ulama terkemuka bahwa untuk bangunan kenegaraan yang sejalan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamindi Indonesia adalah NKRI, UUD yang sejalan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, dalam Pancasila kaitan ini kesetiaan pada NKRI, dan Pancasila yang secara nyata berkesesuaian dengan ajaran Islam.
  2. Kami mengimbau umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan, perdamaian, dan situasi yang kondusif dengan mengedepankan persamaan umat manusia yang saling bersaudara satu sama lain daripada menonjolkan perbedaan sifat kontraproduktif sehingga kita selama dan sesudah Ramadhan mampu menjalankan ibadah dengan kualitas yang lebih baik serta diberkahi Allah SWT.
  3. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia senantiasa menaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di NKRI sebagai hubungan yang konstruktif dan penuh rasa hormat pemerintah yang sah. Hal ini sangat jelas diajarkan tradisi agama Islam.
  4. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi-aksi inkonstitusional, baik langsung dan tidak langsung. Tindakan inkonstitusional bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarahkan bughat.

Ulama yang menandatangani rekomendasi itu antara lain Mbah Moen, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, TGH Turmudi Badarudin, KH Muhammad Iskandar, KH Ahmad Muwafiq, KH Abuya Dimyati, Habib Salim Jindan, dan sejumlah kiai serta habaib yang hadir acara tersebut.

Baca: 1 Multaqo Ulama dari Mbah Moen dan Habib Lutfi bin Yahya Hancurkan 3 Ijtima’ Ulama

MPR RI melantik presiden dan wakil presiden terpilih Pilpres 2019, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, kemarin. Jokowi-Ma’ruf resmi menjadi presiden dan wakil presiden terpilih setelah mengalahkan Prabowo-Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Saat itu, Jokowi-Ma’ruf meraih 85.607.362 suara atau 55,5 persen suara sah. Sementara Prabowo-Sandi meraih 68.650.239 suara atau 45,5 persen. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: