News Ticker

Al-Wefaq: Kehadiran Israel di Bahrain Akan Destabilisasi Timur Tengah

Arrahmahnews.com BAHRAIN – Kelompok oposisi utama Bahrain, the al-Wefaq National Islamic Society, mengecam rezim Manama karena menampung seorang pejabat Israel di sebuah acara anti-Iran yang dipimpin oleh AS.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Senin, al-Wefaq mengatakan bahwa kehadiran pejabat Israel dalam Kelompok Kerja Keamanan Maritim dan Penerbangan akan mengarah pada “destabilisasi di Timur Tengah.”

Gerakan yang digambarkan sebagai upaya “kejahatan” oleh rezim Al Khalifah yang ingin menormalkan hubungan dengan Tel Aviv, mengatakan langkah-langkah itu tidak mencerminkan pandangan masyarakat umum di Bahrain.

Kecaman itu terjadi setelah sebuah sumber di Bahrain mengatakan kepada surat kabar online Times of Israel pada hari Minggu, bahwa seorang pejabat senior kementerian luar negeri Israel akan mengambil bagian dalam acara tersebut.

BacaWHO: 913 Orang Yaman Tewas Karena Kolera Sejak Januari-Desember

Saluran 13 Israel juga melaporkan pada hari Sabtu bahwa delegasi Israel akan menghadiri pertemuan puncak.

Agenda utama KTT Manama adalah apa yang digambarkan oleh para sponsornya sebagai “ancaman Iran di Teluk Persia.”

Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas, juga bereaksi terhadap berita tentang delegasi Israel yang berpartisipasi dalam pertemuan keamanan di Manama.

Israel baru-baru ini meningkatkan upayanya untuk membuat hubungan klandestin dengan pemerintah Arab di depan umum dan membangun hubungan formal dengan mereka.

Israel memiliki hubungan diplomatik penuh dengan hanya dua negara Arab, Mesir dan Yordania, tetapi laporan baru-baru ini menunjukkan Tel Aviv telah bekerja di belakang layar untuk menjalin kontak resmi dengan negara-negara Arab lainnya seperti Bahrain.

Pada bulan Juli, menteri luar negeri Israel dan Bahrain, Israel Katz dan Khalid bin Ahmed Al Khalifah bertemu untuk obrolan singkat tentang Iran di Washington dan keduanya berpose untuk sebuah sesi foto. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: