News Ticker

Inilah Deretan Prestasi Idham Aziz Calon Kapolri Baru

Idham Aziz, Calon Kapolri, Polri Idham Aziz

Arrahmahnews.com, Jakarta – Pegiat medsos Wahyu Sutono dalam akun facebooknya menceritakan sederet prestasi Idham Aziz calon Kapolri baru yang menggantikan Jenderal Tito Karnavian. Beliau lulusan Akpol tahun 1988 ini memulai karirnya sebagai Pamapta di Polres Bandung, lalu menduduki beberapa jabatan di Polres Bandung hingga 1999 dan akhirnya dimutasi sebagai Kanit di Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan pangkat mayor atau kompol.

Sejak itu beberapa kali menduduki jabatan di bidang reserse. Pada September 2004, sempat menduduki jabatan Wakapolres Metro Jakarta Barat selama sebulan sebelum akhirnya dimutasi menjadi Inspektur Bidang Operasi di Polda Sulawesi Tengah.

Baca: Ninoy Karundeng: Rencana Pembunuhan Kapolri dan Wiranto dkk Ala Mafia Meksiko

 

Pria kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara pada 30 Januari 1963 itu kemudian memulai karirnya di Densus 88 Antiteror pada Juni 2005 dengan jabatan sebagai Kanit Pemeriksaan Subden Investigasi.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dialah Komjen Pol Idham Azis yang bersama Tito yang kala itu sama-sama masih berpangkat AKBP berhasil melumpuhkan otak bom Bali Dr Azahari pada 9 November 2005. Sehari setelahnya, Idham diperintahkan ke Poso mendampingi Tito menuntaskan kasus mutilasi tiga orang remaja perempuan.

Baca: Kapolri: Polisi Fokus Telusuri Dana Terorisme

Setelah menduduki sejumlah jabatan di Densus 88 Antiteror, Idham kemudian dimutasi sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat pada akhir 2008. Setahun kemudian digeser menjadi Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya.

September 2010, Idham didapuk menjadi Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Polri mendampingi Tito yang diemban selama sekitar 2,5 tahun hingga akhirnya dimutasi menjadi Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri sekaligus mendapat promosi pangkat Brigjen atau jenderal bintang satu.

Kemampuannya di bidang terorisme membuat Idham dipercaya sebagai Kapolda Sulawesi Tengah pada Oktober 2014. Ketika itu, Sulteng merupakan wilayah yang rawan dengan kelompok sipil bersenjata.

Ditarik kembali ke Mabes Polri dengan menjabat sebagai Inspektur Wilayah II Itwasum Polri pada Februari 2016. Belum setahun dipromosikan sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri pada September 2016 sekaligus naik pangkat menjadi Irjen.

Baca: Kapolri: 50 Terduga Teroris Telah Ditangkap Densus 88 di Jakarta

Setahun kemudian dia dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan M Iriawan. Kini dia ditunjuk sebagai Kabareskrim Polri menggantikan Komjen Arief Sulistyanto yang dimutasi menjadi Kalemdiklat Polri.

Selain sukses menangani berbagai kasus bom, Idham pun terlibat dalam operasi-operasi skala besar. Seperti Operasi Antiteror Bareskrim Polri di Poso pada 2005-2007, Operasi Camar Maleo pada 2014-2016, dan Operasi Tinombala pada 2016.

Meski harus menjalani berbagai proses sebelum resmi menjadi kapolri, gebrakan Idham patut ditunggu. Kebijakannya nanti akan menentukan nasib Polri kedepannya. Namun yang terpenting, Polri harus mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan semua masyarakat, bukan masyarakat tertentu saja. Bravo Polri. (ARN)

Iklan
  • Surat Terbuka Yusuf Muhammad ke Maaher Ath-Thuwailibi: Ajaran Membunuh Itu Fiqih Islam Mana?
  • Viral Video Emak-emak Fakfak bawa bendera merah putih
  • Sertifikat
  • Papua Bagian NKRI
  • Nadirsyah Hosen: Istilah Khilafah Tidak Ada dalam Alquran

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: