NewsTicker

Analis: Jejak Militer Pentagon Terus Meningkat di Timur Tengah

Arrahmahnews.com, AMERIKA SERIKAT – Seorang analis politik mengatakan bahwa jejak militer Pentagon di Timur Tengah meningkat dimana AS terus mengirim lebih banyak pasukan ke kawasan itu.

Stephen Lendman membuat pernyataan ini dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Jumat (25/10) ketika ditanya tentang rencana AS untuk mempertahankan 500 pasukan mereka di bagian timur laut Suriah untuk fokus menjaga ladang minyak di sana dan mengirim lebih banyak tank tempur untuk melindungi mereka.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa para pejabat militer AS mempresentasikan pilihan-pilihan itu ke Gedung Putih pada hari Kamis.

Baca: NYT: Trump Pertahankan Ratusan Pasukan untuk Kendalikan Ladang Minyak di Suriah

Ini terjadi ketika beredar laporan yang menyebut bahwa Presiden Donald Trump diperkirakan akan mengubah rencananya untuk menarik semua pasukan Amerika dari Suriah dan menyetujui rencana baru untuk mempertahankan beberapa ratus pasukan AS di Suriah timur untuk membantu sekutu Kurdinya mempertahankan kendali atas ladang minyak.

Trump mengindikasikan pada hari Kamis keinginannya untuk melindungi ladang minyak ini.

“Kami tidak akan pernah membiarkan ISIS yang terbentuk kembali memiliki lading-ladang itu!” katanya.

“Ternyata, ratusan tentara AS datang ke Suriah utara, jumlah yang dilaporkan secara resmi, saya melihatnya di Wall Street Journal, mengatakan 500 ratus, bisa jadi 5.000, siapa tahu, jumlah itu tidak ada artinya,” kata Lendman.

Baca: Rusia: Pasukan AS Harus Segera Tinggalkan Suriah

“Ada sekitar 3000 dari mereka yang dikerahkan ke Arab Saudi sehingga jejak militer Pentagon di Timur Tengah meningkat, tidak menurun, tanpa penarikan dari Suriah, anda tahu, menarik keluar, tetapi kemudian menarik yang lain kembali, dan AS memiliki pangkalan udara di Suriah utara yang digunakannya untuk membom sasaran-sasaran Suriah. “

“Ini terus berlanjut, Israel memiliki lampu hijau untuk mengebom sasaran-sasaran Suriah, sehingga perang terus berlanjut, dan alasannya adalah bahwa AS menginginkan perang melawan semua negara merdeka yang berdaulat sampai AS dapat mengendalikan mereka, perubahan rezim adalah agendanya.”

The New York Times mengutip seorang pejabat senior administrasi Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa presiden condong ke arah rencana baru Pentagon untuk menjaga kontingen pasukan Operasi Khusus di beberapa pangkalan di Suriah timur, beberapa di dekat perbatasan Irak. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: