Fokus

Gus Nadir “Semprot” Said Didu Soal Pelaporan Wakil Menag ke Polda Metro

Gus Nadir, Twitter, Said Didu

Arrahmahnews.com, Jakarta – Tokoh dan juga seorang cendikiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Prof. Nadirsyah Hosen atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Nadir menegur cuitan mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu karena komentarnya terhadap berita pelaporan 32 akun media sosial yang dilakukan oleh Wakil Menteri (Wamen) Agama Zainut Tauhid ke Polda Metro Jaya, tidak sesuai dengan konteks.

“Om @msaid_didu kenapa untuk kesekian kalinya terburu-terburu komen tanpa paham konteks dan isi berita? Data & argumen anda tolong diperkuat. “Nyinyir atas dasar sakit hati tolong dikurangin. Terus baca deh pelan-pelan isi beritanya. Seribu lebih yang klik like jadi dungu berjamaah gara-gara anda” kata Gus Nadir menanggapi cuitan Said Didu di twitter.

Baca: Terobosan Berani Menag: Tindak Tegas Penceramah yang Timbulkan Perpecahan Bangsa

Sebelumnya, Said Didu menanggapi sebuah berita berjudul “Wamenag Zainut Tauhid Laporkan 32 Lebih Akun Medsos ke Polda Metro Jaya‘. Dalam berita tersebut, Zainut Tauhid menjelaskan bahwa akun twitter miliknya telah diretas dan dikelola oleh sejumlah orang yang tidak bertanggungjawab.

Akibatnya, akun twitter miliknya tersebut memposting konten yang tak diinginkan, termasuk di antaranya konten pornografi. Pihaknya telah menelusuri identitas para peretas akun twitternya tersebut dan ditemukan keterkaitan dengan 32 akun lainnya. 32 akun tersebutlah yang dilaporkan oleh tim Zainut.

Baca: Fachrul Razi: Saya Bukan Menteri Agama Islam, Saya Menteri Agama RI, Netizen “Coba Buktikan”

Said Didu menilai langkah yang diambil Zainut keliru. Ia mengatakan Zainut telah mengambil alih tugas Menkominfo dalam persoalan tersebut. “Ini tertukar lagi. Wamenag ambil alih tugas Menkominfo, Menag ambil tugas BNPT, Menkopolhukam ambil tugas Menag. Au ah elap,” kata Said menanggapi berita tersebut. (ARN)

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: