NewsTicker

Kritik Operasi Militer, Erdogan Tampar Pemerintah Saudi dan Mesir

Arrahmahnews.com ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melepaskan serangan verbal terhadap pemerintah Saudi dan Mesir setelah kedua negara mengkritik serangan militer Ankara ke timur laut Suriah.

“Arab Saudi harus melihat ke cermin sebelum mengkritik proses perdamaian,” kata Erdogan dalam pidato selama pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), seperti dikutip oleh kantor berita Anatolia pada Kamis (10/10/2019).

“Siapa yang membawa Yaman ke situasi mengerikan saat ini, kecuali Arab Saudi. Presiden Mesir khususnya, tidak memiliki hak untuk berbicara sama sekali, ia adalah pembunuh demokrasi di negaranya,” lanjut Erdogan.

“Saya akan mengingatkan mereka tentang nama-nama itu, dan mengajak mereka untuk jujur. Saya akan mulai dari Arab Saudi, dan mengatakan Anda harus melihat ke cermin, siapa yang membawa Yaman ke situasi ini? Bagaimana situasi di Yaman sekarang? Apakah ribuan orang tidak mati di Yaman? Anda harus menghitung dulu,” katanya kepada hadirin.

BacaPertempuran Sengit antara Militan Kurdi dan Turki di Timur Luat Suriah

“Yaman saat ini menderita kemiskinan ekstrem. Anda telah menghancurkan setiap tempat. Anda harus menghitungnya dulu. Anda tidak pantas mengkritik kami tentang operasi yang kami luncurkan di Suriah untuk memerangi terorisme dan menjaga integritas wilayah Suriah,” ujarnya yang ditujukan kepada Arab Saudi.

“Adapun Presiden Mesir. Jangan pernah bicara tentang kami! Anda adalah pembunuh demokrasi di negara Anda. Kamu adalah seorang pembunuh!”

“Dikatakan bahwa Presiden Mesir bertemu dengan salah satu dari mereka dan mengecam proses perdamaian musim semi. Cinta kami untuk rakyat Suriah tidak bisa diperdebatkan,” lanjutnya.

Erdogan menjelaskan bahwa Turki tidak menerima kritik apapun tentang operasi militer ini di Suriah.

“Turki tidak memerangi saudara Kurdi di timur Sungai Eufrat, tetapi memerangi organisasi teroris, dan bahwa Turki mungkin satu-satunya kekuatan yang sah di dalam wilayah Suriah.”

Erdogan menegaskan bahwa Turki berdiri bersama orang-orang Kurdi, dengan mengatakan, “Kami masih menampung 300.000 saudara Kurdi kami yang datang ke negara kami dari kota Suriah Ain al-Arab, tetapi Amerika Serikat dan Uni Eropa tidak melihatnya.”

“Mereka mendorong langkah yang kami ambil demi persatuan Suriah. Kami akan melanjutkan jalan kami, tujuan dari proses ini adalah untuk berkontribusi pada pelestarian integritas teritorial dan kesatuan politik Suriah.”

Erdogan juga mengkritik posisi negara-negara Uni Eropa pada operasi Musim Semi Perdamaian, mengatakan “Jika Anda mencoba untuk mencela operasi militer sebagai pendudukan, pekerjaan kami sangat mudah. Kami akan membuka pintu perbatasan dan mengirimkan 3,6 juta pengungsi ke Eropa.”

BacaErdogan Klaim Bunuh 109 Militan Kurdi di Kota Ras Al-Ayn, Suriah

“Uni Eropa mengatakan tidak akan mengirim 3 miliar euro dalam bentuk bantuan kepada para pengungsi Suriah. Anda tidak pernah memenuhi janji Anda dan kami tidak mengandalkan Anda. Kami akan mengelola tetapi pada saat yang sama membuka pintu bagi para pengungsi.”

“Seluruh hidupmu adalah dusta,” kata Erdogan. “Serang Recep Tayyip Erdogan seperti yang Anda inginkan, kami mengambil langkah percaya diri dengan cara ini.” [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: