NewsTicker

Presiden Lebanon: Israel Tetaskan Konspirasi Berbahaya di Timur Tengah

Arrahmahnews.com, LEBANON – Presiden Libanon Michel Aoun mengecam rezim Israel karena melanggar peraturan, perjanjian dan prinsip internasional, dan berusaha untuk memaksakan fetakompli baru di wilayah pendudukan.

Fetakompli berasal dari frasa Bahasa Perancis fait accompli. Istilah tersebut bisa digunakan untuk mendefinisikan suatu kondisi yang telah diatur oleh seseorang agar orang lain menyetujui pendapat, ide, atau keputusannya.

“Israel melanggar kedaulatan negara lain, menduduki Dataran Tinggi Golan sambil mendeklarasikan al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukotanya dan menduduki wilayah Palestina,” kata Aoun dalam sebuah acara di ibukota Beirut.

Baca: Israel Tangkap Gubernur Yerusalem, Adnan Ghaith

Presiden Libanon kemudian menggambarkan pelanggaran rezim Israel terhadap hukum internasional sebagai preseden konspirasi berbahaya yang ditetaskan untuk kawasan Timur Tengah.

“Memang benar perang besar telah surut; tetapi akibatnya terus berdampak buruk. Masalah paling berbahaya dalam kerangka ini adalah investasi dampak perang ini dengan memecah belah timur untuk membangun aliansi baru berdasarkan rasisme dan sektarianisme, ”katanya.

Aoun kemudian dengan keras mengutuk pengakuan AS atas Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel, dan “pelanggaran nyata semua resolusi serta hukum internasional rezim Tel Aviv.”

Baca: Drone Israel Kembali Langgar Wilayah Udara Lebanon

Presiden Lebanon itu menekankan bahwa pelanggaran Israel itu termasuk ekspansi permukiman, undang-undang rasis dan pelanggaran terhadap perbatasan yang resmi diakui secara internasional.

Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember 2017 menentang peringatan global dan mengatakan Washington secara resmi mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel.

Keputusannya membuat geram warga Palestina, yang menyatakan bahwa Washington tidak bisa lagi berperan sebagai mediator utama dalam proses perdamaian Timur Tengah. Ini juga memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim dan bahkan sekutu Arab Washington.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 21 Desember tahun itu dengan suara bulat mendukung resolusi yang menyerukan AS untuk menarik pengakuan kontroversialnya atas Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: