NewsTicker

Sebar Berita Bohong Soal Penusukan Wiranto, Jonru Ginting Hingga Hanum Rais Dilaporkan Polisi

Penusukan, Wiranto, Kriminal Surat Pelaporan

Arrahmahnews.com, Jakarta – Hanum Rais, Jonru, Jerinx SID dll Dilaporkan ke Polda Dugaan Ujaran Kebencian dan Penyebaran Berita Bohong. Pada hari Jumat 11 Oktober 2019 pukul 14:45 seorang warga negara Indonesia, Jalaluddin melaporkan akun-akun di Twitter dan Facebook atas dugaan ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong.

Baca: Netizen Unggah Video Penusukan Wiranto dengan Jelas

Jalaluddin melaporkan 3 akun twitter dan 2 akun Facebook.

3 akun twitter atasnama:

  1. @hanumrais/HANUM SALSABIELA RAIS
  2. @JRX_SID/I GEDE ARI ASTINA/JERINX
  3. @fullmoonfolks/BHAGAVAD SAMABHADA

dan 2 akun Facebook atas nama:

  1. Jonru Ginting
  2. Gilang Kazuya Shimura

Akun-akun tersebut diduga menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong terkait peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam Bapak Wiranto di Menes Pandeglang Kamis 10 Oktober 2019.

Baca: Kumpulan Cuitan Negatif Netizen Soal Penusukan Wiranto dari Sandiwara Hingga Doakan Mati

Laporan Jalaluddin diterima oleh SPKT Polda Metro Jaya dengan Nomor LP/6558/X/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus 11 Oktober 2019.

Surat Laporan Polisi

Surat Laporan Polisi

Akun-akun ini dilaporkan dengan Pasal 28 ayat 2 ITE, kemudian Pasal 14 dan 15 UU No 1 Tahun 1946. Dalam pelaporan Jalaluddin didampingi Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid.

Berikut Pernyataan Cyber Indonesia

Terorisme adalah kejahatan kemanusiaan. Ketika ada peristiwa perencanaan pembunuhan kepada seseorang yang korbannya Bapak Wiranto Menko Polhukam dilakukan oleh RA dan FD di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten pada Kamis 10 Oktober 2019, dan kita sama-sama berduka.

Baca: Jawab Narasi Para Gemblung yang Sebar Narasi Menko Polhukam Bersandiwara

Kita berduka karena kebencian yang dibangun di atas dasar keyakinan; Kita berduka karena Pancasila tidak dipahami sebagai falsafah kehidupan yang mempersatukan perbedaaan-perbedaan di negara tercinta ini.

Dan kita berduka karena ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan menggunakan media sosial untuk membangun opini bohong berisi provokasi dan kebencian yang memiliki potensi bahaya apabila dipercaya seseorang yang tidak mengkonfirmasinya.

Untuk itu kami Cyber Indonesia meminta pihak Kepolisian untuk mengusut akun-akun media sosial penyebar berita bohong, kebencian, dan provokasi serta mengklarifikasi atas dasar apa pemilik akun berpendapat dan menyebarluaskan pendapatnya tersebut secara sadar melalui akun media sosialnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: