News Ticker

Eko Kuntadhi “Semprot” PKS Soal Cadar yang Akan Dilarang di Instansi Pemerintah

  • Pemakaman Gus Dur dan Mbah Moen
  • Mabes Polri
  • Kepulan Asap di Hodeida
  • ACT dan Dompet Dhuafa
Cadar, Burqo, Menag Cadar

Arrahmahnews.com, Jakarta – Rencana Menteri Agama Fachrul Razi akan melarang pakai cadar di instansi pemerintah mendapat cibiran dari PKS, menurut PKS pemakaian cadar adalah ranah privat namun ketika memakai cadar di instansi pemerintah atau publik apakah salah? Berikut ulasan menarik dari pegiat medsos Eko Kuntadhi:

Menteri Agama berniat melarang penggunaan cadar di instansi pemerintah. PKS memberi tanggapan, pemerintah jangan mengurusi soal privat. Pakaian dan keyakinan agama, kata orang PKS, adalah soal privat. Jangan diurusi pemerintah.

Baca: Demi Keamanan, Menag Akan Larang Penggunaan Cadar di Instansi Pemerintah

Sepertinya omongan politisi PKS ini benar. Ngapain pemerintah masuk ke ranah privat mengurusi pakaian?

Saya suka dengan logika PKS yang membedakan ranah publik dan ranah privat. Beragama adalah ranah privat. Berpakaian adalah ranah privat. Pemerintah mestinya hanya fokus mengatur ranah publik. Jangan intervensi ke ranah privat warga negara.

Tapi dari statemen Menteri Agama itu harus kita lihat, ‘melarang penggunaan cadar di instansi pemerintah’. Ada dua poin disini. Cadar dan instansi pemerintah.

Memakai cadar memang ranah privat. Tapi tata aturan di instansi pemerintah adalah ranah publik. Alasan PKS bahwa pemerintah tidak berhak melarang penggunaan cadar, bisa diterima.

Baca: Menag Fachrul Razi: Tidak Menguntungkan, Sistem Khilafah Musuh Semua Negara

Tapi jika ada instansi mewajibkan pegawainya dan rakyat yang mau datang ke kantor layanan publik tidak menutupi wajahnya, itu juga harus dihormati.

Apakah dengan begitu pemerintah membatasi ekspresi keagamaan seseorang? Ya, gak. Cadar bukan pakaian keagamaan. Cadar cuma pakaian bergaya Arab. Cuma mode.

Sama kayak pakaian rancangan Dona Karan atau Itang Yunaz. Atau kebaya. Atau baju koko. Cuma mode.

Jika pemerintah melarang jilbab, mungkin kita perlu khawatir ada pembatasan pakaian keagamaan. Tapi melarang cadar digunakan di instansinya gak ada hubungannya dengan agama. Sama kayak pemerntah melarang lelaki pakai rok ke kantor. Gak ada hubungannya dengan diskriminasi gender.

Jadi titik tekannya adalah ‘di kantor pemerintah’. Kalau di tempat lain yang sifatnya privat mau bercadar atau telanjang bulat. Terserah lu.

Anda boleh memakai helm di jalanan. Meskipun cuma jalan kaki. Gak ada yang peduli. Itu urusan lu. Tapi ketika hendak masuk bilik ATM helm harus di lepas. Itu aturannya agar semua pengguna ATM terpantau CCTV.

Anda boleh telanjang bulat di rumah sendiri. Nonton TV telanjang. Makan telanjang. Main HP telanjang. Siapa yang peduli. Itu adalah ranah privat. Tapi ketika keluar rumah, ada aturan hidup bersama sebagai manusia normal. Jajal saja ke mall telanjang bulat, pasti akan digelandang ke kantor polisi.

Baca: Menag Fachrul Razi Berang Kepada Para Penceramah yang Bodohi Umat

Telanjang adalah ranah privat. Tapi telanjang di mall menganggu ketertiban umum. Ngerti, ya akhi?

Sama kayak orang sholat, itu adalah ranah privat. Tidak boleh ada yang melarang. Tapi kalau kamu sholat di tengah jalan tol, itu bukan ranah privat lagi. Itu menganggu ketertiban umum. Wajib ditangkap.

Terus nanti ada tuduhan, polisi menangkap orang sholat? Bukan. Yang benar polisi menangkap orang sakit jiwa.

Kalau pemerintah melarang orang di instansinya bercadar, itu bukan pelarangan pakaian keagamaan. Itu adalah aturan rasional. Masa di tempat pelayanan publik karyawannya menutupi mukanya.

Apa kamu nyaman, jika datang ke konter, dilayani oleh orang yang memakai helm full face?

Baca: WOW! Menag Fachrul Razi Soal Ormas Radikal: Kalau Nggak Bisa Diajak Diskusi, CORET

Sebetulnya bukan hanya di instansi pemerintah pakaian dengan menutupi wajah harus dilarang. Di semua perkantoran berhak membuat aturan hanya melayani orang dengan wajah yang terbuka. Jika mereka ngotot minta pelayanan, Anda juga bisa ngotot agar dia menunjukan respek. Setidaknya jangan menyembunyikan wajahnya.

Demikian juga di Bandara atau di tempat keramaian. Yang juga penting, cadar perlu dilarang di masjid, khususnya ketika mau sholat jemaah. Atau ada acara besar yang melibatkan banyak jemaah perempuan.

Lho, kok, di masjid malah dilarang Kum?

“Siapa tahu yang pakai cadar itu ternyata Van Diesel atau Chuck Norris. Jemaah perempuan lainnya gak akan tahu kalau dia keruruban kain,” ujar Abu Kumkum.

Bener juga, ya.

Jadi kalau mau bercadar, gunakan saja di rumahmu. Jangan penantang-petenteng kemana-mana. Justru malah akan menimbulkan fitnah. Setidaknya menimbulkan keribetan orang lain.

Coba saja jajal pakai pakaian putih bercadar jalan tengah malam di kegelapan. Apa orang gak akan menyangka tuyul, sejenis Casper.

Orang lain jadi ribet bukan?

Aturan Menag untuk melarang penggunaan cadar di instansi pemerintah itu sudah benar. Tidak ada ranah privat yang dilanggar. Kalau ada PNS yang ngotot pakai cadar, ya dipecat. Susah amat. Perempuan seperti itu tempatnya memang di rumah. Bukan di kantor. (ARN)

Sumber: EkoKuntadhi.id

Iklan
  • Jangan Ulamakan Para Kriminal
  • Bom Bunuh Diri Medan
  • Kerusuhan di Gedung DPR
  • Bung Karno Sungkem

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: