NewsTicker

Venezuela Borong Peralatan Medis Iran, Eratkan Hubungan 2 Negara

Iran, Medis, Venezuela Medis Iran

Arrahmahnews.com, Venezuela – Menteri sains Venezuela mengunjungi Taman Sains dan Teknologi Iran di Teheran untuk melakukan pembelian peralatan medis dari Iran di tengah sanksi AS terhadap kedua negara.

Menurut pihak berwenang Taman ilmu pengetahuan dan teknologi Pardis, yang dikenal sebagai Silicon Valley Iran, yang menampung perusahaan-perusahaan berbasis ilmu pengetahuan di negara itu, Mesin dialisis ini dibuat dari A hingga Z di Iran.

Dalam kunjungannya ke Taman Nasional itu, Menteri Sains Venezuela, Gabriela Jimenez, membuat pesanan untuk membeli seratus mesin dialisis buatan Iran di antara peralatan lain dalam upaya untuk meletakkan dasar bagi ikatan yang lebih kuat antara Caracas dan Teheran di sektor medis.

Baca: China Kirim Pesawat Bantuan Medis Kedua ke Venezuela

Menteri sains Venezuela itu juga mengunjungi dua perusahaan besar lainnya di Iran, yang menghasilkan alat bedah mulut dan maksilofasial.

Perusahaan lain yang dikunjungi memproduksi Atomic Force Microscopes, yang memberikan gambar dengan resolusi sangat tinggi pada urutan fraksi nanometer, lebih dari 1000 kali lebih jelas daripada mikroskop biasa dan digunakan dalam pengukuran gaya dan pencitraan.

Kemajuan Iran di sektor medis tidak bisa dicapai dengan mudah. Tantangan utama, yang masih membayangi industri medis disana adalah sanksi AS yang membuat Iran hampir tidak mungkin membeli obat penyelamat jiwa dari negara lain.

Baca: Maduro: AS Curi Puluhan Milyar Dolar Venezuela, Tawarkan Remah-remah sebagai Gantinya

Tidak ada sanksi yang langsung dijatuhkan pada sektor medis Iran, tetapi sanksi AS pada sistem perbankan Iran tidak mengecualikan perdagangan farmasi dan peralatan medis, untuk menangani perawatan terhadap 30 penyakit, seperti kanker, penyakit kardiovaskular, talasemia dan sklerosis multipel.

Human Rights Watch (HRW) melaporkan bahwa sanksi Administrasi Trump terhadap Iran [telah] secara drastis membatasi impor obat vital ke Iran, menyebabkan kesulitan serius bagi rakyat Iran dan mengancam hak mereka untuk kesehatan. Namun Iran tidak tinggal diam. Tantangan tersebut digunakan sebagai pemicu yang mendorong Iran untuk menemukan kemampuannya.

Ketika sanksi terhadap Iran terus dipaksakan, negara tersebut menjadikannya dasar bagi swasembada di sektor medis. Peningkatan jumlah wisatawan kesehatan yang mengunjungi Iran untuk pengobatan adalah salah satu indikator yang menunjukkan kemajuan. Tahun lalu, Iran menghasilkan lebih dari 1 miliar dolar AS dari sektor pariwisata kesehatan.

Pada saat yang sama, Iran mengecam sanksi AS sebagai tidak manusiawi, menyerukan badan dunia untuk menekan AS agar mengecualikan komoditas kemanusiaan dari daftar embargo. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: