News Ticker

Terbongkar! Konspirasi Kushner dan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Arrahmahnews.com LONDON – Menantu dan penasihat Presiden AS Donald Trump Jared Kushner memberikan izin kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) untuk menangkap jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi, sebelum dia dibunuh secara brutal, kata whistleblower.

Majalah mingguan Inggris, The Spectator mengatakan, para penyelidik di Komite Intelijen DPR AS mengetahui klaim pelapor dan berencana untuk menggali lebih dalam.

Khashoggi, mantan penasihat kerajaan Saudi, terbunuh dan tubuhnya dimutilasi oleh tim khusus kerajaan setelah ia memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

The Washington Post, tempat Khashoggi menjadi kolumnis, melaporkan November lalu bahwa CIA menyimpulkan bahwa Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman secara pribadi memerintahkan pembunuhan itu.

BacaAncaman Jubir IRGC: Iran Akan Hancurkan Setiap Kepentingan AS Jika Berani Lakukan Agresi

Sebuah tim investigasi yang dipimpin oleh PBB juga mengatakan pihaknya percaya MBS adalah tersangka utama dalam pembunuhan yang disponsori kerajaan. Sementara, Washington secara resmi menolak melibatkan MbS.

Kushner, seorang pengembang real estat yang berubah menjadi penasihat White House, diketahui memiliki hubungan dekat dengan Bin Salman.

Menurut The Spectator, intelijen Turki memiliki rekaman panggilan antara Kushner dan bin Salman, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan kemudian menggunakannya untuk memaksa Trump menarik pasukannya dari Suriah Utara.

Pada 9 Oktober, militer Turki melancarkan operasi lintas perbatasan di timur laut Suriah dalam upaya untuk membersihkan daerah perbatasan Suriah dari militan Kurdi setelah mendapat lampu hijau dari Trump.

Awalnya Riyadh mengatakan tidak mengetahui nasib Khashoggi, tetapi kemudian menyalahkan pembunuhan terhadap agen-agen jahat.

Dalam sambutan publik pertamanya tentang masalah ini, Bin Salman berusaha untuk menggambarkan dirinya tidak terlibat dalam pembunuhan brutal, yang mencoreng reputasi internasionalnya.

Dalam sebuah film dokumenter PBS, Bin Salman mengatakan dia memikul tanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi “karena itu terjadi di bawah pengawasan saya.”

Hubungan Kushner dengan putra mahkota diperiksa dengan cermat setelah diketahui bahwa pejabat White House berkomunikasi pada layanan pesan online WhatsApp dengan Bin Salman.

Kushner dilaporkan menyebut Khashoggi sebagai “teroris” dalam percakapan yang tidak direkam dengan seorang reporter.

BacaBela Iran, PM Malaysia di KTT Asean: Sanksi AS atas Iran Langgar Piagam PBB

Pada bulan Mei, Newsweek mengutip jurnalis AS Michael Wolff mengatakan dalam sebuah buku bahwa Kushner mengatakan tentang Khashoggi yang terbunuh, “Orang ini adalah penghubung antara faksi-faksi tertentu dalam keluarga kerajaan dan Osama [bin Laden]. Kami tahu itu. Jurnalis? Ayolah. Ini adalah teroris yang menyamar sebagai jurnalis.”

Khashoggi, seorang kritikus terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan perang atas Yaman. Ia mengenal mantan pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden dari awal 1980-an, sejak berperang melawan Uni Soviet di Afghanistan, dan telah mewawancarainya beberapa kali. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: