News Ticker

Terbongkar! Masjid Telkom Jadi Tempat Pembaiatan Teroris JAD Hingga Serukan Perang

  • Pemakaman Gus Dur dan Mbah Moen
  • Mabes Polri
  • Kepulan Asap di Hodeida
  • ACT dan Dompet Dhuafa
Terorisme, Radikal, Teroris Ilustrasi Skema Teroris di Indonesia @Detik

Arrahmahnews.com, Jakarta – Badan Intelijen Negara (BIN) menyampaikan ada 100 masjid yang dimiliki gabungan kementerian, lembaga, dan BUMN. Dari 100 masjid, 41 di antaranya terpapar paham radikal.

BIN merinci, ada 11 masjid di kementerian, 11 masjid di lembaga, dan 21 masjid di BUMN yang terpapar paham radikalisme. Dari 41 masjid itu, 17 di antaranya berkategori tinggi. Dan menjelaskan pula bagaimana jaringan teroris ini semakin terorganisir dengan baik.

Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menghukum 2 tahun penjara Sendi Hidayat (25) karena menjadi anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAD). Dalam dakwaan jaksa, terungkap struktur JAD Bandung yang sangat rapi.

Baca: Tagar #TelkomProIntoleran Trending Topic, Indihome Jual Ceramah Ustadz Wahabi

Kasus bermula saat kelompok pendukung Daulah Islamiyah (ISIS) di Indonesia mengadakan pertemuan dengan narapidana terorisme, Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Ba’asyir, di LP Nusakambangan pada tahun 2015. Dalam pertemuan itu, Amman menekankan pentingnya manhaj bagi para pendukung Daulah Islamiyah di Indonesia.

Setelah pertemuan itu, diadakan pertemuan di Batu, Malang, Jawa Timur. Dalam pertemuan itu disamakan pemahaman Daulah Islamiyah. Oleh sebab itu, dibentuk struktur JAD dan akan melatih para anggota untuk perang.

Salah satu peserta, Soleh, diberi mandat oleh Ketua JAD Jabar Khoerul untuk membuat pengurus JAD Bandung. Lalu dibuatkan struktur JAD Bandung:

  1. Pemimpin yaitu Ustad Ujang Kusnandang alias Abu Zahra.
  2. Wakil Pimpinan yaitu Rizal Dzurrahman alias Abu Arham.
  3. Sekretaris yaitu Ivan alias Abu Djakir.
  4. Bendara yaitu Teguh.
  5. Pemateri yaitu Ustad Iqbal alias ustad Kiki dan Ustad Muslih.
  6. Askari yaitu Opick dan Ichwan Nurul Salam alias Iwan.

Selain itu, dibuat pula JAD tingkat kecamatan yang disebut dengan qoriah. Yaitu:

  1. Amir Qoriah Bandung Barat diketuai Fani alias Abu Sabit.

Anggota:

  1. Deden
  2. Riza
  3. Jajang Iqin Shodiqin alias Abu Reffan.
  4. Ade Sumarlin alias Ade bin Widaryat.
  5. Ivan
  6. Amir Qoriah Bandung Tengah yaitu Sholeh Abdurrahman alias Sholeh alias Abu Pursan alias Kang Sholeh.

Anggota:

  1. Abu Rofiq.
  2. Syukron.
  3. Ilham.
  4. Angga.
  5. Krisna.
  6. Jejen Rusdiana.
  7. Sendi Hidayat
  8. M Rahmat alias Dede bin Endi Parman.
  9. Teddy Bahtera Lesmana.
  10. Roni Hamdani alias Hasan Abdurrohim bin Ujang Syamsudin.
  11. Amir Qoriah Bandung Selatan yaitu Yayat Cahdiyat alias Abu Salam.

Anggota:

  1. Yosep.
  2. Ahmad.
  3. Asep Karpet.
  4. Abu Sofi
  5. Fahri.
  6. Danang.
  7. Abu Almer.
  8. Abu Rehan.
  9. Fauzan Amir.
  10. Agus Muslim.
  11. Agus Dapur.
  12. Ridho.
  13. Amir Qoriah Bandung Timur yaitu Muslih Afifi Affandi.

Anggota:

  1. Kiki Muhammad Iqbal.
  2. Opik.
  3. Seno.
  4. Teguh.
  5. Ichwan.
  6. Heri.
  7. Tris.
  8. Aahmad Syukri.
  9. Ade Sumarlin.
  10. Amir Qoriah Bandung Utara yaitu Teja

Anggota: Agus.

Bagaimana dengan Sendi yang menjadi anggota Qoriah Bandung Tengah? Ia masuk kelompok itu sejak aktif di HTI di kelas 3 SMK pada 2015. Sendi dkk melaksanakan taklim dan i’dad. Kegiatan taklim dilaksanakan di Masjid As-Sunnah dengan pengisi ustad Muslih Afifi Affandi.

Baca: BIN: 41 Masjid Pemerintah Terpapar Radikalisme

Dalam pengajian itu diajarkan soal jihad, bom bunuh diri, mengkafirkan orang (takfiri), hijrah ke Suriah, hingga perang dengan aparat negara.

“Sendi Hidayat telah berbait kepada Abu Bakar Al Baghdadi pada sekitar pertengahan tahun 2016 di Masjid Telkom (Masjid Darul Ikhsan) di daerah Gegerkalong, Bandung,” demikain urai jaksa.

Isi Baiat:

Kami berbaiat kepada amirul mukmimin Abu Bakar Albaghdadi Al Quraisyi untuk mendengar dan taat dalam keadaan sempit dan lapang, dalam keadaan susah dan senang. Tidak merebut kekuasaan dari pemiliknya, berkata jujur. Di mana saja tanpa takut celaan orang yang mencela dan Allah sebagai saksinya.

Baca: BPIP: Ada Riset Beberapa Lembaga, Banyak ASN yang Tak Suka Pancasila

Kegiatan tersebut diadakan sebelum kajian dan yang terlibat dalam baiat itu adalah Agus dan Jejen. Usai berbaiat, Sendi menjadi pendukung Daulah Islamiyah Abu Bakar Al Baghdadi. Setelah itu, kajian serupa kerap diadakan di sejumlah masjid di Bandung.

Setelah itu, kelompok ini melakukan persiapan fisik dengan latihan di Gunung Putri, Sumedang dengan tujuan menempa diri agar siap berperang. Belakangan, kelompok ini melakukan sejumlah serangan, di antaranya:

  1. Rizal, Ivan, Abu Faiz dan Abu Sofi merencanakan membunuh polisi di Pospol Senen. Tapi Densus 88 melakukan penangkapan sebelum mereka beraksi pada 25 Desember 2016.
  2. Yayat Hidayat berencana melakukan bom bunuh diri. Namun bom itu meledak terlebih dahulu dan Yayat lari ke Kelurahan Arjuna pada 27 Februari 2017. Yayat melakukan perlawanan sehingga dilumpuhkan dengan timah panas dan tewas. Orang yang membantu membuat bom, Agus Suanto dan Soleh Abdurrahman ditangkap di tempat berbeda.
  3. Ichwan Nurul Salam melakukan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Selatan. Sejumlah warga dan anggota Polisi jadi korban.

Baca: Hakim PN Jaksel Nyatakan JAD Sebagai Organisasi Teroris dan Dibekukan

Akhirnya Sendi bersama 11 orang lainnya ditangkap Densus 88 dan diadili dengan berkas terpisah. Pada 31 Juli 2019, jaksa menuntut Sendi selama 5 tahun penjara. Atas tuntutan ini, Sendi dijatuhi hukuman 2 tahun penjara oleh PN Jaktim pada 12 Agustus 2019.

Jaksa tidak terima dan mengajukan kasasi. Apa kata majelis tinggi?

“Menguatkan putusan PN Jaktim Nomor 502/Pid.Sus/2019/PN.Jkt.Tim tanggal 14 Agustus 2019 yang dimintakan banding tersebut”, putus majelis tinggi sebagaimana dilansir website MA, Selasa (5/11/2019). Duduk sebagai ketua majelis Sanwari dengan anggota I Nyoman Adi Juliasa dan Herdi Agusten. (ARN)

Iklan
  • Jangan Ulamakan Para Kriminal
  • Bom Bunuh Diri Medan
  • Kerusuhan di Gedung DPR
  • Bung Karno Sungkem

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: