News Ticker

Rusia: Moskow Tak akan Kerjasama dengan AS untuk Kuasai Minyak Suriah

Ladang Minyak Suriah, Suriah, Rusia Ladang Minyak Suriah

Arrahmahnews.com, Moskow – Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Vershinin, mengatakan bahwa Moskow tidak akan bekerjasama dengan Washington dalam mengendalikan dan mengeksploitasi ladang minyak di Suriah, karena ladang minyak itu adalah milik Suriah dan rakyatnya.

“Kami tidak akan bekerjasama dengan Amerika soal minyak Suriah. Ini menyangkut minyak Suriah, yang merupakan warisan masyarakat Suriah”, ujar Vershinin pada Hari Rabu (06/11) sebagaimana dikutip  kantor berita TASS.

Baca: Rampok Ladang Minyak, Amerika Sebar 30 Tank ke Suriah

Ia menambahkan, “Kami yakin bahwa terserah pada rakyat Suriah untuk mengelola sumber daya alam mereka, termasuk minyak”.

Pada hari Selasa, Vershinin mengatakan bahwa tindakan AS untuk meningkatkan ‘kehadiran ilegal’ di Suriah melanggar hukum internasional.

Baca: Rusia: AS Selundupkan Minyak Suriah Senilai $ 30 Juta Per bulan

“Setiap tindakan apapun, kita tidak membicarakan sesuatu yang khusus sekarang, yang dilakukan Amerika Serikat untuk mempertahankan diri mereka sendiri secara militer di Suriah tidak dapat diterima dan ilegal dari sudut pandang kami dan di bawah hukum internasional,” katanya.

Pernyataan itu muncul tak lama setelah media Turki melaporkan bahwa dua pangkalan militer AS baru sedang dibangun di provinsi timur laut Deir Ezzor yang kaya minyak.

Baca: Rusia Rilis Gambar Satelit yang Mengkonfirmasi Penyelundupan Minyak Suriah oleh AS

Juga pada hari Selasa, pasukan pemerintah Suriah dilaporkan memasuki ladang minyak di provinsi Hasakah di timur laut negara itu, dimana mereka terus memasuki daerah-daerah dekat perbatasan dengan Turki untuk menghadapi serangan lintas-perbatasan oleh pasukan tentara Turki dan militan sekutu mereka terhadap militan dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

Beberapa media melaporkan pada hari Selasa bahwa pasukan tentara Suriah telah menuju ladang minyak Rumailan, yang terletak di dekat desa Mulla Abbas, “untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun”. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: