News Ticker

Rusia-Suriah Serukan Dunia Internasional untuk Tekan AS Tinggalkan Suriah Demi Kebaikan

  • Pemakaman Gus Dur dan Mbah Moen
  • Mabes Polri
  • Kepulan Asap di Hodeida
  • ACT dan Dompet Dhuafa
Perang Suriah, Suriah, Timur Tengah Tentara Amerika

Arrahmahnews.com, Suriah – Moskow dan Damaskus menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menekan Washington agar menarik semua pasukannya dari wilayah Suriah, bunyi pernyataan bersama oleh kantor pusat koordinasi Rusia dan Suriah mengenai situasi kemanusiaan di Suriah.

“Kami menyerukan seluruh komunitas internasional untuk menekan AS, yang terus melanggar hukum internasional dengan mempertahankan kehadiran militernya di wilayah Suriah secara ilegal, dan mewajibkan AS untuk menarik semua pasukannya dari Republik Arab Suriah yang berdaulat,” bunyi pernyataan itu.

Baca: Parlemen Suriah: Pengusaha Israel Kerjasama dengan SDF untuk Curi Minyak Damaskus

Pernyataan itu mengklaim bahwa kehadiran AS di Suriah melanggar hukum dan faktor destabilisasi utama saat ini. AS terus menduduki wilayah 55 km di sekitar al-Tanf, menghalangi pembebasan para pengungsi yang ditahan di kamp Rukban, tambah pernyataan itu.

Terlepas dari kesiapan Rusia dan Suriah untuk melaksanakan tahap ketiga dari rencana PBB untuk mengevakuasi penduduk kamp sebesar 2.500 orang, pada 29 September. Namun, hanya 336 orang yang meninggalkan kamp.

Baca: Patroli Udara Perdana Helikopter Rusia di Timur Laut Suriah

“Alasannya karena AS mempengaruhi para militan di bawah kendalinya dalam melakukan sabotase bantuan kemanusiaan, membatasi konvoi kemanusiaan, mengintimidasi dan mengancam keluarga yang ingin meninggalkan kamp,” pernyataan tersebut menginformasikan.

Kamp pengungsi Rukban didirikan di perbatasan Suriah-Yordania pada 2014 setelah Yordania menutup perbatasannya karena alasan keamanan. Situasi kemanusiaan di kamp hampir menjadi bencana karena daerah yang berdekatan dikendalikan oleh kelompok-kelompok bersenjata ilegal.

Baca: Serangan Mematikan Jet Tempur Rusia Hajar 5 Pangkalan Teroris di Selatan Idlib, Suriah

Pusat rekonsiliasi Rusia terus memenuhi tugas yang diamanatkan setelah selesainya kampanye militer di Suriah. Petugas pusat secara teratur berkeliling ke daerah-daerah yang dibebaskan di negara itu untuk memantau situasi kemanusiaan.

Upaya utama militer Rusia sekarang difokuskan pada bantuan untuk para pengungsi yang kembali ke rumah mereka dan evakuasi warga sipil dari zona de-eskalasi. (ARN)

Iklan
  • Jangan Ulamakan Para Kriminal
  • Bom Bunuh Diri Medan
  • Kerusuhan di Gedung DPR
  • Bung Karno Sungkem

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: