News Ticker

Yusuf Muhammad: “Aib Anggaran Anies” Sinteron Murahan Tempo dan Anies Baswedan

Anies Baswedan Sampul Majalah Tempo

Arrahmahnews.com, Surabaya – Pegiat medsos Yusuf Muhammad dalam akun faceboknya membuat sebuah analisa yang cukup menarik terkait viralnya sampul majalah Tempo yang membuat sebuah karikatur dengan judul “Aib Anggaran Anies” dengan menampilkan wajah Anies Baswedan yang ada di dalam kolam lem aibon, simak analisanya:

Sepandai apapun kamu sembunyikan bangkai, percayalah suatu saat bau busuknya akan tercium juga. Baru kemaren Tempo mengeluarkan cover majalah Anies Baswedan yang dibuat ‘kelelep’ lem Aibon. Cover sengaja dibuat kontroversial seperti cover ‘Jokowi berhidung Pinokio’ yang sebelumnya viral lantaran banyak mendapat kecaman.

Baca: CEBONG MARAH! Tempo dan Bukalapak Nyungsep

Tapi cover AB yang dibuat Tempo ini saya melihatnya lebih mirip dengan sebuah adegan sinteron.

“Oke nanti kami buat cover pak Gubernur yang kontroversial, dan nanti tolong pak Gubernur up di media sosial dengan balasan yang manis dan santun”.

Mungkin begitulah jika dibuatkan naskahnya.

Tujuannya apa? Tujuannya untuk framing bahwa jawaban AB sangat tepat sebagai seorang pemimpin yang bisa menerima perbedaan atau kritikan tajam dari media Tempo. Beda dengan Jokowi, ketika dijadikan cover Pinokio langsung banyak yang mengecam.

Baca: Tempo Sesatkan Film “The Santri”, Yusuf Muhammad Tantang Debat Maaher At Thuwailibi

Dan terbukti…

Publik hari ini diperlihatkan tweet AB yang memposting cover majalah Tempo sekaligus memberi jawaban dengan pilihan kata-kata yang manis dan santun. Harapannya agar AB mendapatkan pujian, seakan dia sangat bijak menjawab kritikan dan Tempo juga bisa mendapat iklan gratis dari pemprov DKI. Inilah yang namanya kerjasama saling menguntungkan.

Tapi sayang adegan sinetron ini terlalu mudah untuk dibaca publik. Publik tidak bodoh.

Ketika saya baca isi wawancara AB dengan Tempo di majalah tersebut, justru AB banyak mengaburkan masalah ketimbang menjawabnya. Tempo justru seakan memberikan kesempatan AB untuk meracau tanpa upaya konfrontasi yang berisi.

Disinlah terlihat betapa murahan adegan sinetron mereka. Dilain sisi, ada hal yang berbeda dilakukan Tempo terhadap Jokowi.

Baca: Saatnya Menertibkan Buzzer, Eko Kuntadhi “Semprot” Tempo

Tapi mengapa bisa demikian? Ya ini semua sarat akan kepentingan, ada value disana Bung.

Kalau soal Tempo gencar menyerang Jokowi itu karena Jokowi dianggap telah berani mengusik isi ‘daleman’ KPK. Publik jadi mulai tahu ada benang merah antara Tempo dan KPK, atau bisa dikatakan ada semacam “simbiosis mutualisme” antara mereka.

Tapi sudahlah, publik sudah banyak yang tahu soal itu. Publik juga sudah tahu bagaimana peranan Tempo yang akhir-akhir ini sering blunder sebar berita hoaks dan membabi-buta menyerang Jokowi.

Coba perhatikan adegan sinetron murahan antara Tempo dan AB. Adegan mereka kini mulai dimainkan oleh media abal-abal seperti “Portal Islam,” dan lagi-lagi media kadrun itu selalu bawa-bawa nama Islam. Sudahlah, aku cuma mau sampaikan: Bau busuk kalian ketahuan.. Tobat!. (ARN)

Iklan
  • Hukum cambuk
  • @PicPoskotaNews, Anjing Masuk Masjid
  • Heboh dan Viral! Video Kadrun Maki Anggota Banser "Anjing, Kafir, Monyet"
  • Aktivis 98
  • Sengkuni
  • Abdillah Toha
  • Khawarij Cikal Bakal Kelompok Pemberontak Pemerintah dan Khalifah Berkedok Agama
  • Habib Ali Al-Jufri
  • Jerry D Grey

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: