News Ticker

Assad Tentang Al-Baghdadi: Politik AS Tak Berbeda dengan Hollywood

  • Dikrimsus Polda Metro
  • Analis Amerika
  • Kota Fiksi MbS Neom
  • Konflik Perang Suriah
  • John Paul
  • Politik, Joko Widodo, Denny Siregar
Bashar Assad Suriah Bashar Assad Suriah

Arrahmahnews.com, Suriah Presiden Suriah Bashar al-Assad meragukan kematian pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, dan menyatakan bahwa Al-Baghdadi disembunyikan di suatu tempat.

Assad mengatakan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita RT bahwa operasi pembunuhan Baghdadi adalah tipuan, karena politik AS “tidak berbeda dengan Hollywood; itu bergantung pada imajinasi. Bahkan bukan fiksi ilmiah, hanya imajinasi belaka”.

BacaAssad: Peran AS dalam Pemberontakan di Suriah

Presiden Suriah berspekulasi bahwa pemimpin ISIS mungkin diculik, disembunyikan, atau penampilannya diubah dengan operasi plastik.

Trump mengatakan pada akhir bulan lalu bahwa Baghdadi meledakkan dirinya, sekarat “seperti anjing,” dan “seperti pengecut” setelah pasukan Amerika menjebaknya di dalam terowongan buntu.

Rusia adalah negara pertama yang mempertanyakan “detail kontradiktif” dari operasi AS, kemudian diikuti oleh analisa dari banyak orang di Iran, Irak dan Timur Tengah.

BacaAssad Beberkan Latar Belakang Penangkapan Tanker Iran oleh Inggris

“Peningkatan jumlah peserta langsung dan negara-negara yang diduga mengambil bagian dalam operasi ini, masing-masing dengan perincian yang sepenuhnya kontradiktif, menimbulkan pertanyaan besar dan keraguan tentang realitasnya,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Igor Konashenkov.

Turki mengatakan bahwa Baghdadi terbunuh akibat kerja sama militer dan intelijen antara Ankara dan Washington.

Dalam wawancaranya, Assad menyerang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan menggambarkannya sebagai musuh Suriah.

Turki adalah pendukung utama teroris yang berusaha menggulingkan pemerintah Suriah dan baru-baru ini melancarkan invasi di Suriah terhadap pasukan Kurdi.

Baca: Turki Klaim Tangkap Saudari Al-Baghdadi di Suriah

“Kita harus ingat bahwa Erdogan sejak awal perang bertujuan menciptakan masalah antara rakyat Suriah dan rakyat Turki, untuk menjadikannya musuh,” kata Assad.

Dia mengatakan tentara Turki awalnya mendukung tentara Suriah dan “bekerja sama dengan kami sejauh mungkin, sampai kudeta Erdogan melawan Angkatan Darat”.

“Erdogan dan kelompoknya adalah musuh, karena dia memimpin kebijakan ini, tetapi sampai sekarang sebagian besar kekuatan politik di Turki menentang kebijakan Erdogan. Jadi, kita harus memastikan untuk tidak mengubah Turki menjadi musuh, dan inilah peran teman – peran Rusia dan peran Iran.”

Assad juga tidak mengesampingkan kemungkinan mengadakan pertemuan dengan Erdogan jika kepentingan nasional dipertaruhkan.

Assad menggambarkan orang Turki sebagai penjajah – “persis seperti Israel” – pewawancara bertanya kepada Assad tentang kemungkinan pertemuan serupa dengan Israel.

Sebagai tanggapan, Assad mengatakan, “Perbedaan antara mereka (Turki) dan Israel adalah bahwa kita tidak mengakui legitimasi keberadaannya sebagai sebuah negara.”

“Kami tidak mengakui keberadaan Israel. Tidak ada Israel kecuali orang yang ada selama beberapa abad SM, dan sekarang mereka adalah orang yang datang menduduki tanah dan mengusir penduduk aslinya.”

Sebaliknya, “orang-orang Turki ada, dan mereka adalah tetangga, dan kami memiliki sejarah yang sama, terlepas dari apakah sejarah ini baik atau buruk atau di antaranya – itu tidak relevan. Turki ada sebagai negara dan itu adalah negara tetangga,” tegas Assad.

BacaAssad: Asal-usul Serangan Kimia di Suriah, Siapa Dalang Sebenarnya?

Menjawab pertanyaan tentang bagaimana Israel tampaknya absen dari peristiwa Suriah dan penerima manfaat terbesar krisis, Assad menekankan bahwa Israel selalu hadir dalam konflik Suriah.

“Israel tidak pernah absen. Mungkin itu tidak ada dalam kamus bahasa, karena kami melawan proxy, agen, flunkies, atau alat dengan cara yang berbeda, sebagian militer, sebagaian politikus. Mereka semua adalah alat yang melayani Israel secara langsung atau melalui Amerika.” (ARN)

Iklan
  • Opini: Amien Rais dan Mimpi People Power Ala Khilafah
  • Abdillah Toha, Politik Ulama
  • Stop Politisasi Agama
  • Munas Alim Ulama di Bali
  • Akun Facebook Niluh Djelantik
  • Harimau Jokowi Somasi Fadli Zon
  • Film The Santri
  • Presiden Jokowi saat Pidato di Sidang DPR, MPR dan DPD RI
  • RA Kartini
  • Cerita Menag Ada "Pengantin" Bom Bunuh Diri di Instansi Pemerintah: Untung Terungkap
  • Ikhwanul Muslimin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: