News Ticker

Muqtada Al-Sadr Kecam AS Karena Campuri Urusan dalam Negeri Irak

  • Dikrimsus Polda Metro
  • Analis Amerika
  • Kota Fiksi MbS Neom
  • Konflik Perang Suriah
  • John Paul
  • Politik, Joko Widodo, Denny Siregar
Muqtada Sadr Irak Muqtada Sadr

Arrahmahnews.com, Baghdad  Muqtada al-Sadr, ulama berpengaruh di Irak, mengecam Amerika Serikat atas intervensi urusan dalam negeri Irak, dan mengancam akan membawa jutaan demonstran ke jalan-jalan jika Washington terus mencampuri urusan negaranya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, al-Sadr mengatakan bahwa rakyat Irak menginginkan pemilihan awal yang bebas dari intervensi AS, karena Irak tidak butuh pada negara adikuasa dan bantuan negara lain.

Baca: Pompeo Akui Protes di Lebanon dan Irak untuk Targetkan Hizbullah dan Iran

“Sekali lagi (Amerika) membuktikan bahwa mereka mengganggu urusan negara lain,” katanya, dan menekankan bahwa negara ini adalah milik rakyat Irak yang dapat memutuskan nasib mereka secara demokratis dan damai.

Dia juga menambahkan bahwa Irak tidak ingin ada campur tangan dari AS atau negara lain, karena mereka ingin membawa kembali pejabat korup dan menyandera rakyat.

“Irak tidak akan membiarkan Washington mengubah negara mereka menjadi Suriah lain,” kata pemimpin Gerakan Sadr dan aliansi parlemen Sairoon.

BacaAssad: Asal-usul Serangan Kimia di Suriah, Siapa Dalang Sebenarnya?

“Irak memiliki pemimpin yang dapat melindunginya dan tidak memerlukan intervensi dari Anda atau siapapun,” ujar al-Sadr.

Dia juga memperingatkan bahwa jika Washington mengulangi gangguannya, dia akan membawa jutaan pengunjuk rasa ke jalan-jalan Irak, yang akan menandai berakhirnya keberadaan AS.

Pernyataan Al-Sadr datang setelah Amerika Serikat menyerukan para pejabat Irak untuk mengadakan pemilihan awal.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, White House meminta pemerintah Irak “untuk menghentikan kekerasan terhadap pengunjuk rasa dan memenuhi janji Presiden (Barham) Salih untuk melakukan reformasi pemilihan dan mengadakan pemilihan awal.”

“Amerika Serikat sangat prihatin dengan serangan lanjutan terhadap pengunjuk rasa, aktivis sipil, dan media, serta pembatasan akses internet di Irak,” katanya.

Baca: Amerika Siapkan Skenario Kuasai Kembali Irak

AS secara terbuka mendukung para demonstran di Irak, sejak mereka membanjiri jalan-jalan untuk pertama kalinya pada awal Oktober, yang melampiaskan kemarahan mereka atas korupsi dan kondisi kehidupan yang buruk di salah satu negara terkaya di dunia dalam hal sumber daya energi.

Namun, gerakan yang relatif damai itu berubah menjadi kekerasan ketika elemen-elemen bersenjata menembaki polisi dan pengunjuk rasa serta mencoba menyusup ke Zona Hijau yang sangat dilindungi di ibukota Baghdad, yang merupakan rumah bagi pemerintah serta misi diplomatik asing. (ARN)

Iklan
  • Opini: Amien Rais dan Mimpi People Power Ala Khilafah
  • Abdillah Toha, Politik Ulama
  • Stop Politisasi Agama
  • Munas Alim Ulama di Bali
  • Akun Facebook Niluh Djelantik
  • Harimau Jokowi Somasi Fadli Zon
  • Film The Santri
  • Presiden Jokowi saat Pidato di Sidang DPR, MPR dan DPD RI
  • RA Kartini
  • Cerita Menag Ada "Pengantin" Bom Bunuh Diri di Instansi Pemerintah: Untung Terungkap
  • Ikhwanul Muslimin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: