News Ticker

VIDEO: Pria Saudi Tusuk Para Pemain Teater di atas Panggung

Kriminal Arab Saudi Penusukan Pemain Teater di Arab Saudi

Arrahmahnews.com, Riyadh Pagelaran teater berujung ricuh setelah seorang pria naik ke panggung dan menusukkan pisaunya ke dua orang laki-laki dan seorang perempuan.

“Polisi Riyadh menangkap seorang warga Arab setelah dia menikam dua pria dan seorang wanita yang merupakan anggota kelompok teater,” TV Al-Ekhbariyah melaporkan.

BacaSekjen Hizbullah: Amerika Eksploitasi Demonstrasi Lebanon untuk Kepentingan Mereka

Polisi saat ini sedang menyelidiki penikaman yang terjadi di Taman Raja Abdullah di Al-Malaz, Arab News melaporkan, dan menyatakan empat orang terluka dalam insiden tersebut.

Menurut Yaser Al-Jalajil, juru bicara resmi Bulan Sabit Merah Saudi di Riyadh, sembilan tim tiba di lokasi dan membawa semua korban yang terluka ke Rumah Sakit Pangeran Mohammed bin Abdul Aziz. Insiden itu terjadi pada jam 8 malam (waktu setempat).

Sebelumnya klip video insiden tersebut beredar luas di media sosial, yang memperlihatkan penyerang dengan memakai koas bergegas menuju sekelompok pemain berkostum, dan menyerang para korban. Seorang penjaga keamanan terlihat sedang mengejar pria itu dan menjatuhkannya.

Baca: Abdulsalam: Pembantaian Ta’iz Perpanjang Catatan Kriminal Koalisi Saudi atas Rakyat Yaman

Sumber kepolisian mengatakan kepada Arab News bahwa mereka sedang menyelidiki insiden itu dan akan mengeluarkan pernyataan.

Drama yang dilakukan pada Senin malam itu adalah bagian dari festival hiburan selama dua bulan “Riyadh Season”, yang diadakan di King Abdullah Park, salah satu dari beberapa tempat yang menjadi tuan rumah festival tersebut.

Baca: Inilah 4 Alasan Mengapa IPO Aramco Arab Saudi Diragukan

Para korban adalah pemain “asing” dengan drama “unorthodox”. Sebelumnya, Arab Saudi juga dihebohkan dengan konser musik dari boy band asal korea, setelah pemerintah memberikan lampu hijau sebagai bagian dari rencana Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk “memodernisasi” kerajaan Arab yang ultra-konservatif.

Reformasi yang didungungkan selama ini, secara luas diyakini palsu, terutama setelah penangkapan beberapa aktivis perempuan terkemuka, yang mengikuti keputusan kontroversial Bin Salman, mencabut larangan mengemudi bagi perempuan. Di antara mereka yang ditahan adalah pendukung penghapusan larangan itu. (ARN)

Iklan
  • Hukum cambuk
  • @PicPoskotaNews, Anjing Masuk Masjid
  • Heboh dan Viral! Video Kadrun Maki Anggota Banser "Anjing, Kafir, Monyet"
  • Aktivis 98
  • Sengkuni
  • Abdillah Toha
  • Khawarij Cikal Bakal Kelompok Pemberontak Pemerintah dan Khalifah Berkedok Agama
  • Habib Ali Al-Jufri
  • Jerry D Grey

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: