News Ticker

Bela Israel, Pompeo: Pembangunan Pemukiman di Tepi Barat Tidak Ilegal

  • Akun penyebar kajian UAS menghilang
  • Agenda CIA Lemahkan Jokowi
Bela Israel, Pompeo: Pembangunan Pemukiman di Tepi Barat Tidak Ilegal Mike Pompeo

Arrahmahnews.com, Amerika Serikat – Amerika Serikat pada hari Senin (18/11) secara terang-terangan membela Israel terkait pembangunan permukiman Yahudi di wilayah pendudukan Tepi Barat dengan mengabaikan posisi negara itu selama empat dekade dengan menyebut bahwa hal itu “tidak melanggar hukum internasional.”

Pengumuman oleh Mike Pompeo, Sekretaris Negara AS itu dianggap merupakan sebuah kemenangan bagi Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, yang tengah berupaya untuk berkuasa setelah dua pemilihan Israel yang tidak meyakinkan tahun ini, dan merupakan kekalahan bagi Palestina.

Baca: Rezim Israel Setujui Pembangunan 2.342 Unit Pemukiman Ilegal di Tepi Barat

Pompeo mengatakan bahwa pernyataan AS selama ini tentang pemukiman di Tepi Barat, yang dicaplok Israel saat perang 1967, tidak konsisten. Ia mengatakan bahwa Presiden Jimmy Carter dari Demokrat pada 1978 mendapati bahwa mereka tidak konsisten dengan hukum internasional sementara Presiden AS dari partai Republik Ronald Reagan pada 1981 mengatakan bahwa ia tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang ilegal.

“Pembentukan permukiman sipil Israel, pada dasarnya, bukan tidak sejalan dengan hukum internasional,” kata Pompeo kepada wartawan di Departemen Luar Negeri sebagaimana dikutip The Telegraph.

Baca: Rusia: Pemukiman Ilegal Israel Kacaukan Proses Perdamaian di Timur-Tengah

Pernyataan ini menuai kritik dari seorang tokoh senior Palestina bahkan sebelum pengumumannya

“Satu pukulan lagi bagi hukum internasional, keadilan dan perdamaian,” ujar Hanan Ashrawi, veteran perunding Palestina dan anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, dalam postingan Twitternya sebelum pernyataan resmi Pompeo.

Baca: Pompeo: Israel Berhak Bertindak di Suriah

Pengumuman itu menandai contoh besar ketiga di mana pemerintahan Trump memihak Israel dan menentang sikap yang diambil oleh Palestina dan negara-negara Arab bahkan sebelum mengungkap rencana perdamaian Israel-Palestina yang telah lama tertunda.

Pada tahun 2017 Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan, pada tahun 2018, Amerika Serikat secara resmi membuka kedutaan di kota itu. (ARN)

Iklan
  • Pengamat Ekonomi Bongkar Kebusukan Sudirman Said
  • Prabowo Bukan Mulsim yang Taat
  • Jokowi Pemberani
  • Muhammadiyah
  • Ganti Presiden, Jebakan Demokrasi Ala Kelompok Radikal
  • Sidang MK
  • IHH
  • Suami Iis Dahlia Pilot Garuda yang Angkut Harley Davidson Ari Askhara
  • Cuitan Habib Think
  • Ninoy Karundeng, Penculikan, Penyiksaan, persekusi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: