News Ticker

Putri Kerajaan Saudi Menghilang, Diduga jadi Tahanan Rumah

Putri Kerajaan Saudi Menghilang, Diduga jadi Tahanan Rumah Putri Basmah

Arrahmahnews.com, Arab Saudi – Putri Basmah binti Saud bin Abdulaziz Al Saud, seorang putri kerajaan Saudi terkemuka yang dikenal sebagai kritikus kebijakan kerajaan dan aktivis kemanusiaan, dikhawatirkan menghilang dan diyakini berada di bawah tahanan rumah di Riyadh.

Seorang sumber yang dekat dengan sang putri, yang tidak ingin disebutkan namanya karena masalah keamanan, mengatakan kepada media Jerman, Deutsche Welle (DW), bahwa meskipun keluarga telah melakukan kontak dengan kerajaan, Putri Basmah tidak dapat berbicara secara terbuka karena komunikasinya dipantau.

Putri Basmah telah lama mengadvokasi reformasi konstitusi dan masalah-masalah kemanusiaan di Arab Saudi dan di seluruh kawasan.

Baca: Mata-matai Pengguna, Saudi Rekrut Karyawan Twitter

Ia didugan berada dalam tahanan rumah, bersama dengan putrinya. Ini terjadi karena para kritikus Saudi telah memicu kemarahan pemimpin de facto kerajaan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS), dimana dibawah perintahnya, pembunuhan, penghilangan, pemenjaraan dan intimidasi atas kritik menjalar hingga ke dalam keluarga kerajaan.

Hingga Senin (18/11), Pemerintah Saudi belum menanggapi permintaan DW untuk memberikan komentar.

Sumber itu mengatakan bahwa Puteri Basmah ditahan pada Maret tahun ini setelah dicurigai berusaha melarikan diri dari kerajaan dengan anak perempuannya yang sudah dewasa, dengan alasan melakukan perjalanan ke Swiss untuk perawatan medis. Sejak itu, sumber mengatakan, pemerintah Saudi tidak menanggapi permintaan mereka untuk informasi.

Baca: 10 Skandal Kerajaan Arab Saudi; Putri Basmah Ungkap Borok Kerajaan Saudi (10)

Dokumen yang dilihat oleh DW menunjukkan bahwa Putri Basmah memiliki izin untuk terbang keluar dari Jeddah pada 18 Desember tahun lalu, ditemani oleh putrinya, untuk perawatan medis darurat seperti yang diminta oleh dokter Swiss-nya. Pengacara yang berbasis di AS yang mengatur evakuasinya, Leonard Bennett, mengatakan kepada DW bahwa pesawat putri tidak melakukan penerbangan dan ia tidak diizinkan untuk pergi.

Bennett mengatakan sekitar dua bulan setelah itu, ia menghilang, tidak ada yang tahu di mana ia berada.

Baca: Skandal Besar Keluarga Kerajaan Arab Saudi

Setelah upaya terus-menerus untuk mencarinya dilakukan, sang putri muncul kembali, namun dengan suara yang terdengar seperti suara seorang sandera.

Meskipun manifes menunjukkan penerbangan itu menuju Jenewa, Bennett mengatakan karena dijadwalkan melakukan perjalanan melalui Turki, yang oleh Riyadh dianggap sebagai negara yang bermusuhan, perjalanan itu menimbulkan kecurigaan. (ARN)

Iklan
  • radikal, kampus, pendidikan
  • Eko Kuntadhi 'Semprot' CEO Bukalapak 'Tak Punya Etika'
  • Cuitan Gus Yaqut ke Dubes Saudi
  • PBNU, Politik, KH Said Aqil Siradj
  • Emak Militan Jokowi
  • Ulama Suriah Syaikh Al Buthy
  • Hari Santri Nasional

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: