News Ticker

Rusia Kecam Rencana AS Cabut Pengecualian Sanksi atas Fasilitas Nuklir Fordow Iran

  • Touring Jokowi
  • Divhumas Polri
  • Mahfud MD, Acara FGD
  • Analis Amerika
  • Kurang Ajar, Video Rocky Gerung Sebut KH Agus Salim "Kambing Berjenggot"
  • Zara Zettira
Rusia Kecam Rencana AS Cabut Pengecualian Sanksi atas Fasilitas Nuklir Fordow Iran Bendera Iran

Arrahmahnews.com, Rusia – Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Selasa (19/11) dengan tegas mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, pada hari sebelumnya yang menyebut AS akan mengakhiri pengecualian sanksi terkait dengan pabrik nuklir Fordow Iran. Pompeo mengatakan tidak ada alasan sah bagi Iran untuk melanjutkan pengayaan di situs ini.

“Niat Washington adalah pelanggaran terang-terangan kewajiban internasional,” kata kementerian Rusia sebagaimana dikutip RT. “Mempertimbangkan pernyataan AS, reaksi substansial dari Komisi Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) akan diperlukan,” bunyi pernyataan itu lebih lanjut.

Baca: Rusia dan Iran Lanjutkan Kerjasama di Sektor Nuklir

Moskow berharap kolega Eropa akan memiliki kekuatan untuk menentang AS dan bukan hanya sekedar pernyataan penyesalan atas tindakan AS. Pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa Rusia berharap Eropa bisa bersama-sama dengan kami dan China untuk membela JCPOA.

Kementerian itu menambahkan bahwa proyek Fordow, serta unsur-unsur penting lainnya dari perjanjian nuklir Iran, harus dilindungi “dari serangan sanksi AS.”

Di bawah Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), Iran diizinkan untuk mempertahankan sentrifugal di Fordow untuk tujuan penelitian, dan sentrifugal IR-1 generasi pertama hanya diizinkan berputar tanpa gas uranium.

Negara itu mulai menyuntikkan gas UF6 (uranium hexafluoride) ke dalam sentrifugal di bawah pengawasan inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) awal bulan ini.

Baca: Penyidik IAEA Terendus Bawa Bahan Mencurigakan Saat Masuk Situs Nuklir Iran

Iran mengatakan penangguhan komitmennya bukan merupakan pelanggaran terhadap JCPOA, dan menambahkannya didasarkan pada Pasal 26 dan 36 dari perjanjian itu sendiri, yang merinci mekanisme untuk menangani ketidakpatuhan.

Nasib kesepakatan Nuklir menjadi tidak jelas sejak Mei 2018, ketika Amerika Serikat tiba-tiba meninggalkan kesepakatan dan mengembalikan semua sanksi anti-Iran yang telah dicabut sebagai bagian dari JCPOA.

Teheran mengatakan bahwa para anggota pakta dari Eropa, Inggris, Jerman dan Prancis sejauh ini tidak mampu menegakkan komitmen mereka. Mereka hanya menyatakan dukungan secara vokal, tetapi tak mampu memberikan insentif ekonomi yang disyaratkan.

Terlepas dari pengunduran diri dari kesepakatan dan pengenaan kembali sanksi terhadap Iran, AS telah memberikan keringanan sanksi untuk memungkinkan Eropa, China dan Rusia untuk bekerja sama dengan Republik Islam tentang sejumlah fasilitas nuklir di Iran, termasuk Fordow. (ARN)

Iklan
  • Deklarasi dukung Jokowi di Jabar
  • Tulisan Pedas Iyyas Subiakto "Mafia Pilpres"
  • Rudi S. Kamri: Prabowo Sang Petarung yang Selalu Kalah
  • Ikhwanul Muslimin
  • Dina Sulaeman: Pembantaian dan Industri Kebencian (1)
  • Anies Baswedan
  • Sengkuni
  • Demo Massa depan Kantor PKS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: