News Ticker

Ungkap Plot Israel atas Negaranya, Politisi Irak ini Ditahan di UEA

Arrahmahnews.com, IRAK – Seorang politisi Irak telah ditahan oleh Uni Emirat Arab setelah mengungkap plot Israel-Emirati yang menargetkan negaranya.

Jaringan berita pan-Arab, al-Mayadeen, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan pada hari Kamis (21/11) bahwa Izzat Shabandar, seorang tokoh politik Irak dan mantan anggota parlemen, ditangkap di UEA awal pekan ini di bawah perintah dari “otoritas peringkat tertinggi” UEA.

Sumber itu mengklaim bahwa penangkapan tokoh politik Irak itu terjadi setelah ia membocorkan informasi mengenai peran UEA dalam membiayai “kegiatan merusak” dalam protes yang sedang berlangsung di Irak dan mempersenjatai empat suku Irak di provinsi al-Anbar sebelah barat negara itu.

Baca: Menhan Irak: Ada Pihak Ketiga yang Tembaki Demonstran

Suku-suku bersenjata itu direncanakan akan menuntut hak otonomi provinsi dan pada akhirnya akan berpartisipasi dalam apa yang disebut “Kesepakatan Abad Ini”, sebuah prakarsa AS yang berupaya melemahkan hak-hak teritorial Palestina, dan membuka jalan untuk membangun pemukiman pengungsi Palestina di provinsi al-Anbar.

Menurut laporan itu, Shabandar kemungkinan memperoleh informasi dari Qatar.

Sumber menambahkan bahwa Shabandar telah menolak seruan yang mendesaknya untuk kembali ke Irak, menambahkan bahwa pejabat UEA telah memaksa tokoh Irak yang ditahan itu untuk memposting cuitan yang membantah penangkapannya.

Baca: Pompeo Akui Protes di Lebanon dan Irak untuk Targetkan Hizbullah dan Iran

Sumber menggambarkan insiden itu sebagai kasus “campur tangan” negara-negara Teluk Persia di Irak.

Qais al-Khazali, pemimpin kelompok Asaib Ahl al-Haq Irak yang merupakan bagian dari Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak, juga menggambarkan insiden itu mirip dengan penahanan oleh Pangeran Mohammed bin Salman terhadap Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri di 2017

Banyak yang menggambarkan insiden itu, yang diawali dengan kunjungan misterius Hariri ke Arab Saudi di mana kemudian ia tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya dari kekuasaan, sebagai upaya Riyadh untuk memaksakan keputusannya pada Hariri dan ikut campur dalam politik Lebanon.

Laporan baru-baru ini mengenai inisiatif bersama UEA-Israel di Irak terjadi ketika negara itu dilanda demonstrasi anti-korupsi dalam dua bulan terakhir. (ARN)

Iklan
  • Fachrul Razi, Menag, Ormas Radikal
  • Pemakaman Gus Dur dan Mbah Moen
  • Abdillah Toha
  • Yusuf Muhammad, Sugi Nur dan Kemunculan Neo Khawarij
  • Jawab fakta Suriah
  • Denny Siregar: Perlukah Kita Percaya Survei Litbang Kompas?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: