News Ticker

Analis: 27 Juta Muslim Terbunuh dalam Perang AS Melawan Teror

Kevin Barret: 27 Juta Muslim Terbunuh dalam Perang AS Melawan Teror Kevin Barret

WASHINGTON – Sekitar 27 Muslim terbunuh dalam perang AS melawan teror, setelah serangan bendera palsu 11 September 2001 di Amerika Serikat, kata Dr. Kevin Barrett, seorang akademisi Amerika yang telah mempelajari peristiwa 9/11 sejak akhir 2003.

Dr. Barrett, anggota pendiri Panel Ilmiah untuk Investigasi 9/11, membuat pernyataan dalam sebuah wawancara dengan Press TV, setelah merilis sebuah studi yang dilakukan oleh Institut Watson untuk urusan Publik Internasional di Brown University, Amerika Serikat.

Baca: Survei: Mayoritas Muslim Amerika Alami Diskriminasi di Tahun 2016

Perang AS melawan teror telah menyebabkan lebih dari 800.000 kematian akibat perang langsung di Afghanistan, Pakistan dan Timur Tengah, menurut penelitian tersebut.

Pengeluaran federal AS untuk perang pasca 11/9 di Irak, Afghanistan, dan tempat lain di seluruh dunia mencapai $ 6,5 triliun hingga tahun fiskal 2020, menurut penelitian.

Baca: Analis: Islamophobia Terinspirasi Zionisme Merebak di Seluruh Amerika

“Sebenarnya ini terlalu meremehkan kebenaran. Faktanya, Brown University dan siapapun yang bertanggungjawab atas penelitian ini harus dituntut karena menyangkal holocaust. Jumlah sebenarnya dalam perang pasca 9/11 jauh melebihi angka 800.000,” kata Dr. Barrett.

“Faktanya menurut Dr Gideon Polya -salah satu ahli kematian terkemuka yang dapat dihindar, dan profesor sains dari Australia- mengatakan bahwa ada 27 juta holocaust Muslim akibat perang ini – 27 juta orang telah terbunuh, dan 5 juta mati dalam kandungan saat saat orang tua mereka terbunuh, artinya 32 juta orang terbunuh,” tambahnya.

“Selain itu biayanya jauh lebih tinggi dari angka yang seharusnya yakni 6 triliun dolar seperti yang dikutip oleh Brown University. Jadi benar-benar hampir tidak mungkin untuk melebih-lebihkan tingkat bencana mengerikan yang telah terjadi karena pihak berwenang Amerika dan Israel memutuskan untuk melanjutkan dan melakukan operasi bendera palsu mereka, meledakkan World Trade Center, yang dijadwalkan untuk dibongkar selama bertahun-tahun. New York City sangat ingin mengambilnya,” katanya.

Baca: Ide Tak Manusiawi Akademisi AS: Amerika Harus Hancurkan Tempat Suci Islam

Serangan 11 September 2001, juga dikenal sebagai serangan 9/11, adalah serangkaian serangan di AS yang menewaskan hampir 3.000 orang dan menyebabkan kerusakan properti dan infrastruktur senilai $ 10 miliar.

Para pejabat AS menyatakan bahwa serangan itu dilakukan oleh 19 teroris Al-Qaeda tetapi banyak ahli telah mengajukan pertanyaan tentang akun resmi tersebut.

Mereka percaya bahwa unsur-unsur jahat dalam pemerintah AS, seperti mantan Wakil Presiden Dick Cheney, mengatur atau setidaknya mendorong serangan 9/11 untuk mempercepat mesin perang AS dan memajukan agenda Zionis. (ARN)

Iklan
  • Hukum cambuk
  • @PicPoskotaNews, Anjing Masuk Masjid
  • Heboh dan Viral! Video Kadrun Maki Anggota Banser "Anjing, Kafir, Monyet"
  • Aktivis 98
  • Sengkuni
  • Abdillah Toha
  • Khawarij Cikal Bakal Kelompok Pemberontak Pemerintah dan Khalifah Berkedok Agama
  • Habib Ali Al-Jufri
  • Jerry D Grey

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: