Amerika Latin

Demo Berujung Rusuh, Kolombia Tetapkan Jam Malam di Ibukota

Arrahmahnews.com, KOLOMBIA – Presiden Kolombia Iván Duque menginstruksikan pihak berwenang di Bogota untuk memberlakukan jam malam terhitung Jum’at (22/11) di seluruh ibukota Kolombia, setelah 20.000 polisi berseragam dikerahkan untuk “menegakkan ketertiban” di tengah protes anti-pemerintah.

“Apa yang kita hadapi bukanlah sebuah pawai,” kata Walikota Bogota Enrique Peñalosa, mengumumkan tindakan pada Jumat malam, menggambarkan para pengunjuk rasa itu sebagai sejumlah kecil “penjahat, pengacau, penjarahan, pencuri, yang ingin untuk secara praktis mengakhiri kota.”

Baca: Venezuela Luncurkan Latihan Militer di Sepanjang Perbatasan Kolombia

Menurut laporan RT, awalnya, jam malam diberlakukan hanya untuk Bosa, Kennedy, dan Ciudad Bolivar, tiga distrik di sisi selatan ibukota, yang penduduknya sebagian besar adalah kaum miskin dan kelas pekerja Bogotans. Keputusan untuk mengunci mereka dibuat setelah kekerasan meletus di sela-sela protes massa terhadap kebijakan penghematan pemerintah.

Lebih dari 200.000 orang berunjuk rasa di Bogota pada hari Kamis. 20.000 lainnya berunjuk rasa di Cali, mendorong pemerintah setempat untuk memberlakukan jam malam di sana. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: