John Bolton Klaim Gedung Putih Blokir Akun Twitternya Pasca Dipecat

AMERIKA SERIKAT – Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menuduh Gedung Putih memblokir akses ke akun Twitter pribadinya selama lebih dari enam minggu setelah ia dipecat oleh Presiden Donald Trump pada September lalu.

“Kami sekarang telah membebaskan akun Twitter, yang sebelumnya ditekan secara tidak adil setelah pengunduran diri saya sebagai Penasihat Keamanan Nasional,” tulis Bolton dalam postingan pertamanya di twitter pada Hari Jumat (22/11) setelah pengunduran dirinya pada bulan September.

Baca: Bolton Dipecat, Trump Isyaratkan Cabut Sanksi atas Iran Asal Rouhani Mau Bertemu di PBB

“….@WhiteHouse tidak pernah mengembalikan akses ke akun Twitter saya. Terima kasih kepada @twitter karena mematuhi standar komunitas mereka dan mengembalikan kontrol akun saya dengan benar,” tulisnya.

Bolton, penasehat kebijakan luar negeri AS yang gemar perang, tidak menjelaskan bagaimana Gedung Putih memblokir aksesnya ke akun itu, tetapi dalam postingannya ia membuat pertanyaan apakah itu dilakukan “karena takut dengan apa yang mungkin saya katakan?”

Baca: Rusia: Dipecatnya Bolton Takkan Ubah Kebijakan Luar Negeri AS

Bolton, yang dianggap sebagai saksi potensial utama dalam penyelidikan impeachment Trump, memposting pada bulan September bahwa ia tidak dipecat, seperti yang diklaim Trump, tetapi sebaliknya menawarkan pengunduran dirinya karena ia dan presiden semakin berbeda soal kebijakan luar negeri.

Akun Twitter Bolton sangat sunyi sejak itu, memicu pertanyaan tentang mengapa Bolton tidak mengungkap rincian lebih lanjut tentang kepergiannya. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: