Asia

Analis: CIA Ada Dibalik Kekerasan di Hong Kong

WASHINGTON – Badan Intelijen Pusat AS (CIA) berada dibalik kekerasan di Hong Kong, yang telah dicengkeram oleh protes selama enam bulan, kata seorang analis politik.

Stephen Lendman, seorang penulis dan pembawa acara radio di Washington, membuat pernyataan dalam sebuah wawancara dengan Press TV ketika ditanya tentang Menteri Luar Negeri China Wang Yi yang mengecam Amerika Serikat atas pendekatan sepihaknya terhadap politik dunia dan sikap permusuhannya terhadap Beijing.

Wang mengatakan Washington telah menggunakan hukum dalam negerinya untuk mencampuri urusan dalam negeri China, berusaha merusak suatu negara seperti yang berlaku di Hong Kong – dan membahayakan stabilitas kawasan China dan kemakmurannya.

BacaYaman: Setiap 10 Menit Balita di Bawah Umur 5 Tahun Mati Karena Kelaparan

AS sangat vokal mendukung protes anti-Beijing di Hong Kong. Awal pekan ini, DPR AS mengeluarkan dua rancangan undang-undang untuk mendukung para pengunjuk rasa dan mengeluarkan “peringatan” kepada China tentang dugaan masalah hak asasi manusia.

“Tiongkok mengkritik AS, saya pun mengkritik negara ini berulang kali sebagai sumber kekerasan dan ketidakstabilan terbesar di dunia. Pernyataan Kementerian Luar Negeri China terkait dengan apa yang terjadi di Hong Kong, dan tangan kotor CIA ada dibalik seluruh kerusuhan dan kekerasan,” kata Lendman, Sabtu (23/11/2019).

“Cina tentu saja memiliki hak untuk mengkritik ini. Kekhawatiran yang dimiliki Cina dan kekhawatiran yang saya miliki adalah AS mungkin akan melangkah lebih jauh suatu hari dan sesuatu dapat terjadi yang menurut saya tidak diinginkan kedua pihak, yakni perang antara kedua negara adidaya ini.”

Beijing berkali-kali menyebut Amerika Serikat dan Inggris, bekas kekuatan kolonial di Hong Kong, sebagai provokator utama para pengunjuk rasa melalui pernyataan dukungan.

BacaMenlu China: AS Faktor Destabilisasi Terbesar Dunia

Protes di Hong Kong semakin keras dan berutal, dimana orang-orang bertopeng merusak properti pribadi dan fasilitas umum serta menyerang pasukan keamanan dan gedung-gedung pemerintah.

Para demonstran anti-pemerintah sekarang menginginkan pemisahan total dari daratan Tiongkok. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: