Nasional

Jawaban Menohok Stafsus Jokowi Soal Nyinyiran Fadli Zon “Cuma Pajangan dan Lipstick Saja”

Jakarta – Pegiat medsos Wahyu Sutono dalam akun facebooknya membahas nyinyiran Fadli Zon yang ditujukan kepada Stafsus Milenial Presiden Joko Widodo yang baru diangkat.

Sejatinya penulis enggan membahas si raja nyinyir yang satu ini, selain mubadzir, biasanya banyak sahabat FB yang protes, karena memang benar bahwa mau dikritik seperti apapun, penyakit hati yang melanda Fadly Zon sudah stadium lanjut, dan tidak ada obatnya.

Baca: Tak Gubris Fatwa MUI Jatim, Jokowi Pidato di HUT Ke-8 NasDem Ucapkan Salam Semua Agama

Makanya, sejak Pilpres 2014 dan entah hingga kapan, dia akan tetap seperti ini. Bisanya hanya nyinyir tak berisi, dan bikin puisi untuk sekedar sensasi, lain dari itu tidak sama sekali.

Berikut cuitan salah satu Billy Mambrasar stafsus Presiden pemilik akun twitter @kitongbisa:

Part 1: Maaf Pak ‪@fadlizon anda menyebut kami lipstik,brt: Menganggap kami kosmetik (tdk ada manfaat signifikan), tdk berkompetensi & tuduhan licik & bodoh kpd org yg mengangkat kami (Pak Jokowi). Sblm kami dtunjuk, kami sdh berkarya & Ikut Berkontribusi ikut membangun bangsa ini!

Baca: Respon Gus Muwafiq Atas Bersatunya Jokowi dan Prabowo, BONGKO

Part 2: Apa anda ‪@fadlizon tidak mengetahui karya ‪@AdamasBelva yg sdh memberikan akses pendidikan k ratusan org karena ruang gurunya? Sy yg sdh memberikan pendidikan gratis&mendorong pemberdayaan kaum tertinggal d daerah terluar? Ayu kartika Dewi dgn advokasi pendidikan toleransi?

Baca: Surat Terbuka Neziten ‘Semprot’ Fadli Zon

Part 3: Pak ‪@fadlizon karya Andy Taufan memberikan akses permodalan ke kaum wanita utk kluar dr kemiskinan?Putri Tanjung dgn event2 bisnis kreatif utk mendorong anak muda berwirausaha?Aminudin Ma’ruf dgn empowering pesantrenAngkie Y menginspirasi ratusan org dgn disabilitas?

Part 4: Pak ‪@fadlizon Ketika kami ditawarkan stafsus, kami msh sempat berpikir satu minggu sebelum mengatakan: “Iya”, kami bkn kosmetik, dan kelompok manusia bodoh yg haus jabatan. Kami menerima tawaran ini hanya karena kecintaan kami ke Indonesia. Bukan krn kekuasaan dan uang!

Idealnya kan yang mengkritisi itu bila prestasi dan kualitas serta pengalaman sudah jauh di atas yang dikritisi. Tapi ini kebalikannya, karena Fadly Zon yang maaf saja jauh sekali kualitas dan prestasinya dibanding Presiden Jokowi, tapi kerjanya hanya nyinyir melulu. Sedangkan Presiden Jokowi menjawab dengan kerja, kerja, kerja, dan prestasi.

Kali ini Fadly pun mengusik tentang 7 staf khusus Presiden yang dikatakannya hanya sekedar pajangan atau lipstick saja. Hal ini tidak ditanggapi oleh Presiden Jokowi, karena hal itu sangatlah tidak penting, serta hanya buang-buang waktu percuma saja.

Baca: Mak Lambe Turah, Seword ‘Hajar’ Jawa Pos, Fadli Zon dan Fahri Hamzah Terkait MCA Ahokers

Tapi tidak oleh salah satu staf khusus Presiden asal Papua, Billy Mambrasar. Ia jelaskan satu persatu dari ketujuh staf khusus dimaksud, dari keahliannya, pengalamannya, dan tugas-tugas yang mereka emban, selain melalui proses panjang untuk dipercaya menjadi staf khusus Presiden dari kalangan milenial.

Yang monohok, Billy pun menjelaskan pula bahwa penghasilan mereka jauh lebih besar dari gaji menjadi staf khusus, dan semua staf tersebut memang punya perusahaan sendiri yang sudah maju. Lalu mengapa mereka mau diangkat menjadi staf khusus yang tugasnya cukup berat tapi gajinya jauh lebih kecil dari penghasilannya selama ini? Itu semata-mata karena kecintaannya kepada NKRI, dan karenanya mereka ingin ikut berkontribusi.

“Dan seorang Fadly Zon pun yang digaji besar oleh rakyat melalui APBN tapi tidak terlihat prestasinya, hanya terdiam plonga plongo, dan mungkin malu, itu pun kalau memang masih punya rasa malu. Makanya yang lebih cocok disebut jadi pajangan ya Fadly Zon lah.” Salam milenial untuk NKRI gemilang. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: