Arab Saudi

Abdulmalik Houthi Tolak Temui Griffriths Pasca Kesalahan Laporan di DK PBB

YAMAN – Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman, Martin Griffiths, meninggalkan Bandara Internasional Sana’a pada hari Senin malam setelah kunjungan dua hari, di mana ia bertemu dengan Presiden Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman Mehdi Al-Mashat dan pejabat lain dari Pemerintah Keselamatan Nasional.

Namun, ia belum bertemu dengan Pemimpin Revolusi Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, suatu hal yang bukan merupakan kebiasaannya.

Uprising Today pada Selasa (26/11) menyebut bahwa beberapa media dengan mengutip “sumber informasi”, mengatakan bahwa “utusan PBB itu meninggalkan Sana’a setelah pertemuan-pertemuan itu karena beberapa alasan, termasuk penolakan Sayyid Abdul-Malik Badreddin al-Houthi untuk bertemu dengannya.”

Baca: Utusan PBB: Jumlah Serangan Udara Saudi ke Yaman Menurun 80% 2 Minggu Terakhir

Menurut laporan media, sumber-sumber mengaitkan kepergian Griffiths, serta penolakan Sayyid Al-Houthi untuk bertemu dengannya, dengan “keslahan yang ia [Griffiths] sebutkan dalam keterangannya baru-baru ini kepada Dewan Keamanan.”

Salah satu kekurangan yang paling menonjol dalam laporan singkat utusan PBB di Dewan Keamanan itu adalah klaimnya bahwa “serangan udara koalisi telah berkurang 80% dalam dua minggu terakhir dan berhenti dalam 48 jam terakhir” Jumat lalu.

Baca: Yaman: Klaim PBB Soal Penurunan Serangan Udara Saudi Tidak Benar

“Klaim utusan PBB dalam pengarahannya kepada Dewan Keamanan tentang serangan udara agresi itu tidak benar. [Koalisi penjajah] telah melancarkan 12 serangan udara dalam 48 jam terakhir, ”kata Brigadir Jenderal Yahya Sare, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan saat itu, pasca Griffith berbicara di PBB. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: