NewsTicker

TERUNGKAP! Saudi Dibalik Pembunuhan Mantan Presiden Yaman

TERUNGKAP! Saudi Dibalik Pembunuhan Mantan Presiden Yaman Mantan Presiden Yaman Ali al-Hamdi

YAMAN – Yaman mengungkap informasi tentang keterlibatan Arab Saudi dalam pembunuhan mantan presiden Yaman tahun 1977, yang merasa tidak nyaman dengan campur tangan Riyadh dalam urusan dalam negeri Yaman kala itu.

Ibrahim al-Hamdi menjabat sebagai kepala negara di bekas Yaman Utara dari 1974 dan 1977. Ia dibunuh pada 11 Oktober 1977, dua hari sebelum melakukan kunjungan yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai presiden Yaman Utara ke Yaman Selatan.

Dalam sebuah konferensi pers pada hari Selasa (26/11), Brigadir Abdullah bin Amer, seorang pejabat senior di Kementerian Pertahanan Yaman, mengatakan bahwa Sana’a memiliki dokumen-dokumen penting yang mencakup nama-nama mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu.

Baca: Saudi Konfirmasi Pembunuhan Samad, Presiden Dewan Politik Tertinggi Yaman

Ia menambahkan bahwa bukti-bukti mengkonfirmasi bahwa ada peran rezim Riyadh dalam semua tahap pembunuhan, termasuk perencanaan, mengawasi dan menutupi kejahatan pembunuhan tersebut.

Sebelumnya, situs web berita alkhabaralyemeni.net menerbitkan kutipan dari laporan yang menguraikan peran Riyadh dalam pembunuhan tersebut dibawah “bukti-bukti yang kredibel.”

Selama masa jabatannya Al-Hamdi berusaha menjauhkan Yaman dari kerajaan Saudi yang ingin memanfaatkan kekayaan minyak negaranya. Ia juga menentang ketidaksetujuan Saudi dalam persahabatan antara Yaman Utara dan Selatan, dan upaya mereka untuk menciptakan perang antara keduanya. Al-Hamdi juga mendorong suku-suku yang berbasis di Selatan untuk membalas terhadap pelanggaran udara Saudi.

Riyadh diketahui juga mengamuk pada saat itu terhadap pernyataan teritorial Yaman, yang mengklaim Jizan, Asir, dan Najran yang saat ini diakui sebagai wilayah barat daya Saudi sebagai milik Yaman.

Pada hari pembunuhannya, Al-Hamdi diundang untuk makan siang ke kediaman Ahmadi al-Qashmi, yang adalah kepala staf Angkatan Darat di bawah komandonya. Selama tinggal di sana, Ali Abdullah Saleh, seorang komandan brigade dan salah satu pengawalnya saat itu, yang kemudian menjadi presiden, memasuki rumah.

Baca: Terbongkar! Konspirasi Kushner dan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Mereka membawa jasad saudara Al-Hamdi yang dibungkus selimut. Saudaranya ini sebelumnya meninggal dalam serangan penikaman. Beberapa saat setelah mereka masuk ke rumah, al-Hamdi dibunuh di bawah todongan senjata.

Menurut situs berita tersebut, Kementerian Yaman telah menemukan “dokumen-dokumen penting” tentang pembunuhan al-Hamdi pada 2017, dan telah mengumpulkan lebih banyak bukti serta kesaksian tentang pembunuhan terencana ini sejak saat itu.

Outlet itu, dengan mengutip laporan tersebut mengatakan bahwa laporan akhir menunjuk pada keterlibatan mantan raja Saudi Khalid bin Abdulaziz Al Saud dan Fahd bin Abdulaziz, yang saat itu adalah para pangeran, dan saudara lelaki Sultan yang terakhir.

Baca: Jejak Saudi Ditemukan dalam Pembunuhan Adik Kandung Pemimpin Houthi

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa Sultan telah melakukan kontak langsung dengan atase militer Saudi di ibukota Yaman Utara Sana’a, Saleh al-Hadyan pada saat pembunuhan.

Kata laporan itu, Riyadh mengirim tiga agen intelijen Saudi ke Sana’a beberapa jam sebelum pembunuhan itu, merujuk pada Hadyan dan kelompok tiga orang tersebut sebagai tokoh Saudi yang paling terkait langsung dengan operasi atas perintah atasan mereka.

Ali bin Muslim, penasihat pengadilan Saudi, yang akan bertindak langsung di bawah Sultan, juga disebut sebagai tokoh lain yang terlibat dalam permainan curang itu.

Laporan itu juga mengatakan sebuah dokumen yang digali selama investigasi mengenai keterlibatan Saudi memuat ungkapan “yang ditulis oleh Saudi bekerja sama dengan intelijen Amerika Serikat,” tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Terbongkarnya kasus besar ini terjadi saat kerajaan sibuk melakukan kampanye paling berdarah dan paling merusak terhadap negara di Semenanjung Arab itu.

Sejak 2015, Riyadh dan banyak sekutunya telah membombardir Yaman tanpa henti dan tanpa pandang bulu untuk mengembalikan kekuasaan kepada Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutunya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: