Analisa

Atwan: Era Netanyahu Telah Berakhir

TEL AVIV – Masalah yang mencekik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti tuduhan suap, penipuan, korupsi dan pencucian uang, telah mengingatkan saya pada ucapan Yaser Arafat. Dia pernah berkata pada saya, “Sepanjang umur, saya belum pernah melihat orang korup seperti orang Israel. Dengan uang, berhasil membeli jenderal dan senjata, merekrut politisi dan menyelundupkan orang”.

Mungkin ini akhir karier politiknya, yang memilih mendekam di balik jeruji besi.

Mantan perdana menteri Ehud Olmert, yang menabuh perang di Lebanon pada 2006 untuk mencoba menyelamatkan karir politiknya, akhirnya gagal dan mendekam di penjara. Netanyahu datang, para pengikutnya menyebutnya sebagai ‘Raja Israel’, pada akhirnya bernasib sama dengan Ehud Olmert.

BacaBenny Gantz: Netanyahu Berisiko Picu Perang Saudara di Israel

Kepolisian Israel telah merekomendasikan kepada Jaksa Agung Avichai Mandelblit untuk mengajukan tuntutan sekitar setahun yang lalu.

Hari ini, Netanyahu dan Benny Gantz gagal membentuk pemerintahan setelah dua pemilihan umum berturut-turut. Saat ini, seruan untuk menggulingkan Netanyahu meningkat di dalam partai Likud bahkan beberapa anggota mengancam akan keluar dari partai jika dia tidak mengundurkan diri. Di sisi lain, jaksa agung sudah kehabisan alasan untuk menunda eksekusi Netanyahu.

Surat dakwaan Netanyahu merupakan pukulan kuat dan memalukan bukan hanya pada dirinya, tetapi juga sekutu dekatnya Amerika dan Arab Saudi. Mereka telah melakukan berbagai cara dan langkah untuk memperpanjang kekuasaan dan mencegahnya masuk ke dalam jeruji besi. Trump khususnya, telah memberinya hadiah politik untuk menopang posisinya, dengan mengumumkan pengakuan atas Yerusalem Quds sebagai ibukota Israel dan legalisasi pemukiman Israel di wilayah pendudukan.

Israel berada dalam kekacauan politik yang semakin dalam dan melebar. Kebuntuan ini belum pernah terjadi sebelumnya sejak negara didirikan, dan tidak ada yang tahu jalan keluar dari kebuntuan ini. Siapa yang dapat mengambil alih kepemimpinan setelah Netanyahu pergi secara memalukan.

BacaTerbelit Kasus Korupsi, Netanyahu Terancam Dijatuhkan Partainya Sendiri

Netanyahu masih tetap bertahan, dan mungkin memiliki beberapa opsi jika memang ada yang tersisa. Tindakan militer salah satunya untuk mengalihkan perhatian dari kekacauan politik dan membungkam para pengkritiknya. Apakah dia akan memilih pergi berperang melawan Iran atau Suriah, atau menginvasi Gaza.

Sayangnya, opsi-opsi ini sudah tidak dapat menyelamatkannya saat ini. Tampaknya, penipu dan penjahat ini telah kehabisan trik. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: