NewsTicker

Assad: Tujuan Akhir Pemerintah adalah Pembebasan Timur Laut Suriah

Suriah, Bashar Assad, Perang Suriah Bashar Assad

Arrahmahnews.com, Suriah Presiden Suriah Bashar Assad menyatakan bahwa tujuan akhir pemerintah adalah mengembalikan otoritas negara atas wilayah timur laut yang dikuasai Kurdi setelah penarikan pasukan AS secara tiba-tiba dan serangan Turki terhadap Kurdi.

Dalam sebuah wawancara dengan TV pemerintah pada hari Kamis, SANA, Presiden Suriah juga mengatakan kesepakatan pekan lalu antara Turki dan Rusia untuk mengusir militan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) yang dipimpin Kurdi dari “zona aman” di sepanjang perbatasan, adalah langkah yang akan membantu Damaskus mendapatkan kembali kendali, meskipun secara bertahap atas wilayah timur laut.

BacaCampur Tangan AS adalah Akar Krisis Politik di Lebanon

Kesepakatan Turki-Rusia, yang akan menghentikan invasi Turki selama berminggu-minggu, menyerukan penarikan militan Kurdi Suriah dari daerah di sepanjang perbatasan Turki dengan tujuan membangun “zona aman” yang menurut Ankara akan digunakan untuk memulangkan para pengungsi yang berjumlah sekitar tiga juta lebih.

Assad mengatakan selama wawancara bahwa perjanjian itu bersifat “sementara.”

“Kami harus membedakan antara tujuan utama atau strategis … dan pendekatan taktis,” katanya, dan menekankan bahwa pasukan pemerintah pada akhirnya akan merebut kembali wilayah yang diambil oleh agresi Ankara.

Milisi Kurdi telah mencapai kesepakatan dengan Damaskus untuk mengambil posisi di dekat perbatasan setelah Presiden AS Donald Trump menarik pasukan AS dari timur laut Suriah, yang membuat Kurdi merasa ditinggalkan.

BacaLawan Agresi Turki, Suriah Ajak Kurdi Bergabung dengan Tentara Nasional

Namun, Assad menambahkan bahwa Damaskus tidak akan menuntut kelompok-kelompok bersenjata disana segera menyerahkan senjata ketika tentara memasuki wilayah-wilayah itu dalam kesepakatan akhir dengan Kurdi yang mengembalikan kendali negara.

Musuh Suriah adalah Erdogan

Assad mengatakan dia tidak berniat menyebut Turki sebagai “musuh” tetapi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan banyak elit politik Turki adalah musuh Suriah karena permusuhan mereka terhadap Damaskus.

“Kita harus memastikan bahwa kita tidak mengubah Turki menjadi musuh dan inilah peran teman-teman” seperti Rusia dan Iran, katanya.

Baca: Assad ke Putin: Suriah Akan Terus Perangi Terorisme

“Erdogan dan kelompoknya adalah musuh, karena dia memimpin kebijakan ini, tetapi sampai sekarang sebagian besar kekuatan politik di Turki menentang kebijakan Erdogan,” ujarnya.

Assad menekankan bahwa Iran dan Rusia, sebagai negara-penjamin upaya perdamaian Suriah, telah bernegosiasi dengan Turki selama setahun terakhir.

Baik Teheran dan Moskow, bersama dengan gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon telah membantu Suriah dalam perang melawan militansi yang didukung asing selama beberapa tahun terakhir.

Presiden Suriah menegaskan bahwa Turki setuju sebagai bagian dari perundingan perdamaian Astana untuk mengakhiri kehadirannya di provinsi Idlib. Namun, katanya, pasukan Suriah memutuskan untuk membebaskan provinsi tersebut.

“Turki tidak mematuhi perjanjian ini, tetapi kami akan membebaskan Idlib,” katanya.

“Pada akhirnya, kami membebaskan daerah secara bertahap melalui operasi militer. Hal yang sama akan berlaku di wilayah utara setelah melakukan semua opsi politik,” tambah Assad. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: