NewsTicker

Ayatollah Sistani Ingatkan Komplotan Musuh yang Ingin Ciptakan Perang Saudara

BAGHDAD – Ulama terkemuka Irak memperingatkan bahwa musuh-musuh Irak dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Zionis-Amerika berencana menciptakan perselisihan sipil dan membawa negara kembali ke “era kediktatoran”.

Berbicara kepada para jamaah saat salat Jum’at di kota suci Karbala, Grand Ayatollah Ali al-Sistani mendesak para pemrotes untuk mencegah serangan terhadap warga sipil dan properti mereka serta menjauhkan diri dari para perusuh yang melakukan tindakan kekerasan.

“Sangat penting bagi para demonstran damai, bahwa kalian harus memisahkan barisan dari para perusuh dan bekerja sama dengan aparat dalam menindak para penyabot protes damai – siapa pun mereka – dan tidak membiarkan mereka menyalahgunakan protes damai untuk merusak dan menyerang properti warga,” seorang perwakilan dari Ayatollah Sistani menyampaikan pesannya di Karbala.

BacaTrio “Setan” AS, Arab Saudi dan Israel “Rampok” Demokrasi dan Kemerdekaan Irak

“Musuh dan para anteknya, untuk mencapai tujuan jahatnya, berencana menebar kekacauan dan menjerumuskan negara ke dalam perselisihan internal dan kemudian mengembalikannya ke kediktatoran, sehingga semua orang harus bekerja sama untuk mengambil kesempatan ini dari mereka,” tambahnya.

Pernyataan itu dikeluarkan dua hari setelah perusuh menimbulkan kekacauan di berbagai bagian Irak selama beberapa pekan terakhir, yang menyusup pada protes damai terhadap korupsi, kemiskinan, dan membakar misi diplomatik Iran di Najaf.

Komentator politik, Kevin Barrett, mengatakan kepada Press TV bahwa mereka yang berada di belakang serangan terhadap konsulat Iran di kota Najaf, menerima pesanan dari CIA dan agen mata-mata asing di wilayah tersebut.

Para pengamat telah menyatakan keprihatinannya bahwa insiden itu adalah bagian dari upaya yang didukung AS untuk menggoyahkan negara.

Beberapa bulan yang lalu, surat kabar Lebanon al-Akhbar melaporkan bahwa sumber-sumber keamanan Irak telah mengungkap rencana AS yang ingin menempatkan orang kuat di militer Irak yang akan menciptakan kekosongan di negara tersebut.

Menteri Pertahanan Irak Najah al-Shammari juga mengatakan kepada France 24 bahwa “pihak ketiga” berada di belakang penembakan yang menargetkan demonstran. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: