NewsTicker

Bersitegang! Presiden Prancis dan Menlu Turki Saling Hujat terkait Kurdi Suriah

Bersitegang! Presiden Prancis dan Menlu Turki Saling Hujat terkait Kurdi Suriah Presiden Prancis dan Menlu Turki

PRANCIS – Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki saling menghujat satu sama lain terkait  serangan militer Ankara ke timur laut Suriah.

Pada awalnya, di hari Kamis (28/11), Macron mengatakan bahwa Turki tidak bisa mengharapkan solidaritas dari sekutu NATO nya sementara disaat yang sama meluncurkan serangan ke timur laut Suriah sebagai “fait accompli”.

Baca: Erdogan: AS Ingkari Janji Singkirkan Kurdi dari Perbatasan

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, kemudian dengan cepat merespons Macron, mengecamnya karena sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan Kurdi Suriah, yang diperangi Prancis karena dianggap terkait dengan PKK, kelompok milisi Kurdi di Turki yang oleh Ankara dikategorikan sebagai organisasi teroris.

“Ia sudah menjadi sponsor organisasi teroris dan terus-menerus menampung mereka di Elysee. Jika ia mengatakan sekutunya adalah organisasi teroris … benar-benar tidak ada lagi yang bisa dikatakan,” kata Cavusoglu kepada wartawan di parlemen.

Baca: Israel Akui Bantu Milisi Kurdi Suriah

Cavusoglu kemudian melanjutkan dengan lebih banyak serangan terhadap politik luar negeri Macron, dengan mengatakan bahwa presiden Prancis itu “tidak bisa menjadi pemimpin Eropa dengan sikap tak goyah seperti ini.”

“Macron tidak bisa menjadi pemimpin Eropa dengan sikap seperti ini. Saat ini, ada kekosongan di Eropa, ia berusaha untuk menjadi pemimpinnya,” ujarnya menambahkan:

Baca: Lawan Agresi Turki, Suriah Ajak Kurdi Bergabung dengan Tentara Nasional

PKK adalah kelompok yang terdaftar sebagai teroris oleh Turki, Uni Eropa dan AS.

Bulan lalu, Macron bertemu dengan pembicara SDF, yang didominasi oleh YPG, untuk mengekspresikan solidaritas Prancis terhadap mereka. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: