NewsTicker

Iran: Koalisi Maritim AS Picu Ketidakmanan di Teluk Persia

Arrahmahnews.com TEHRAN – Iran mengecam langkah AS baru-baru ini yang menciptakan koalisi di Teluk Persia, dan mengatakan koalisi itu hanya akan memperburuk ketidakamanan dan ketidakstabilan di seluruh dunia.

“Sejarah menunjukkan bahwa koalisi Amerika selalu menjadi biangkerok, yang tidak hanya gagal menciptakan keamanan tetapi juga menyebabkan lebih banyak ketidakamanan dan ketidakstabilan di berbagai belahan dunia,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi pada hari Sabtu.

Dia menambahkan bahwa AS menggunakan negara-negara lain untuk melegitimasi tindakan sepihaknya, dengan mengatakan, “Tindakan AS untuk menyembunyikan tujuan dan ambisinya di belakang nama beberapa negara lain, menunjukkan kelemahan dan kurangnya legitimasi internasional.”

BacaErdogan: Saya Tahu Siapa Dalang Dibalik Protes Irak

Juru bicara Iran meminta negara-negara regional untuk mengandalkan kapasitas mereka sendiri dan negara-negara tetangga untuk memastikan keamanan yang berkelanjutan dan inklusif di wilayah tersebut.

“Republik Islam Iran sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di Teluk Persia akan tetap melindungi kepentingan ekonomi dan keamanannya, termasuk keamanan dan keselamatan pengiriman barang di perairan ini,” kata Mousavi.

Pernyataannya itu disampaikan setelah Konstruksi Keamanan Maritim Internasional (IMSC), koalisi militer pimpinan AS di Teluk Persia, secara resmi meluncurkan operasinya pada hari Kamis yang diduga berusaha melindungi jalur pelayaran di dekat perairan teritorial Iran.

Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain mengumumkan bahwa IMSC, yang sebelumnya dikenal sebagai Operational Sentinel, telah membuka pusat komandonya di negara itu.

Perkembangan itu terjadi hampir lima bulan setelah Washington mengumumkan bahwa mereka berusaha membentuk “kerjasama maritim multinasional” sebagai tanggapan atas serangkaian ledakan misterius yang menargetkan kapal-kapal di Teluk Persia dan Laut Oman pada awal tahun ini.

BacaNetanyahu Tunjuk Menteri Perang Baru Israel

AS dan Arab Saudi dengan cepat menyalahkan Iran atas insiden tersebut tanpa memberikan bukti konklusif.

Washington mengumumkan pengerahan 1.000 tentara tambahan di wilayah tersebut setelah serangan itu.

Iran menolak tuduhan itu, dan menekankan komitmennya terhadap keamanan maritim regional dan kepentingannya dalam menjaga perdagangan internasional. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: