NewsTicker

Pengunduran Diri PM Irak ‘Kemenangan Simbolis’ dan Kegagalan Plot AS-Zionis

BAGHDAD – Surat kabar Independent melaporkan pada hari Sabtu (30/11/2019) bahwa Amerika, Israel dan negara-negara Teluk Persia tidak dapat melumpuhkan poros perlawanan di Irak, Suriah, Lebanon dan Yaman. Bahkan pengunduran diri Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi adalah “kemenangan simbolis dan mahal”.

Pattrick Cockburn seorang penulis tentang politik Timur Tengah, yang dikutip oleh BBC mengatakan “para demonstran telah mencapai kesuksesan besar dengan memaksa Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi mengundurkan diri dari jabatannya”.

Dia menambahkan bahwa “kemenangan simbolis ini mahal, setelah sejumlah besar demonstran tewas. Tetapi Abdul Mahdi menunjukkan pemborosan dalam kepemimpinannya dan elit politik tampaknya terlalu kuat untuk mempertahankan kekuasaan untuk melakukan reformasi radikal yang dituntut oleh para demonstran”.

BacaPrancis Panggil Dubes Turki Pasca Erdogan Hina Macron “Mati Otak”

“Bandingkan angka kematian yang mengerikan dalam delapan minggu di Irak dengan kematian satu orang demonstran secara tidak sengaja di Hong Kong selama enam bulan. Bandingkan liputan media yang luas dan simpati yang dinikmati oleh para demonstran Hong Kong dengan demonstrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Irak,” ujarnya.

Pattrick Cockburn menegaskan mungkin dunia terbiasa dengan berita pembunuhan orang-orang Irak dalam jumlah besar, baik di tangan ISIS atau Saddam Hussein atau bahkan di tangan pasukan AS, sehingga media tidak lagi menaruh perhatian lebih terhadap hal tersebut.”

Sejak kemenangan revolusi 1979, Cockburn mengatakan bahwa Iran berubah menjadi kekuatan regional dan memperkuat hubungan dengan negara-negara Irak, Suriah, Lebanon dan Yaman selama 40 tahun terakhir. Sementara aliansi Amerika, Israel dan Arab Saudi belum dapat menghancurkan Suriah, Irak, Lebanon dan Yaman.

Dia juga mengingatkan bahwa “dua pertiga dari populasi Irak adalah syiah, dan perbatasan antara Irak dan irak lebih dari 1.100 km. Irak memandang Iran sebagai sekutu penting dalam melawan ISIS, tetapi dua bulan lalu semua itu berubah sejak penyusup bergabung dalam protes di seluruh negeri”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: