NewsTicker

Tak Gubris Sanksi AS, Turki Lanjutkan Pembelian S-400 Rusia

Tak Gubris Sanksi AS, Turki Lanjutkan Pembelian S-400 Rusia Erdogan

Arrahmahnews.com, Ankara Seorang pembantu senior Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara bertekad melanjutkan pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia, meskipun ada ancaman sanksi oleh Amerika Serikat.

Ibrahim Kalin membuat pernyataan pada hari Jumat, dua hari setelah Erdogan dan Presiden AS Donald Trump bertemu di Washington dan membahas perbedaan antara kedua negara, termasuk tentang pembelian S-400 di Turki.

Ankara dan Washington berselisih soal pembelian sistem S-400 Rusia oleh Turki, yang menurut AS tidak kompatibel dengan perangkat keras militer yang dimiliki oleh negara-negara aliansi NATO.

BacaMantan Direktur CIA: Arab Saudi Kehabisan Uang

Sebagai reaksi, Washington telah membatalkan penjualan F-35 ke Ankara dan menghapusnya dari program multinasional.

Kalin mengatakan kepada penyiar TRT Haber bahwa pejabat Turki dan Amerika mulai bekerja sebagai bagian dari mekanisme untuk menilai dampak S-400 pada jet F-35 pada hari Jumat.

Erdogan menolak permintaan yang dibuat oleh AS untuk meninggalkan kontrak S-400 selama pertemuannya dengan Trump, dan menyebut permintaan itu tidak dapat diterima dan melanggar hak-hak kedaulatan Turki.

Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada 15 September bahwa pengiriman baterai kedua sistem pertahanan rudal S-400 telah selesai, dan sistem tersebut akan mulai beroperasi pada April 2020.

Seorang tokoh militer Rusia berpangkat tinggi mengatakan bahwa spesialis Rusia saat ini sedang melatih personel Turki untuk mengoperasikan sistem pertahanan rudal S-400 yang telah dikirim, dan kesepakatan baru sedang dibahas.

BacaRusia: AS Rampok Suriah dengan Dalih Menjaga Ladang Minyak

S-400 adalah sistem rudal canggih yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan pesawat, drone, atau rudal sejauh 402 kilometer. Sebelumnya dijual hanya ke Cina dan India.

Ankara berupaya meningkatkan pertahanan udaranya, terutama setelah Washington memutuskan pada 2015 untuk menarik sistem rudal Patriot dari perbatasan Turki dengan Suriah, sebuah langkah yang melemahkan pertahanan udara Turki. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: