Internasional

Suriah: Dua Ledakan Bom Tewaskan 2 Warga Sipil dan 6 Lainnya Luka-luka

SURIAH – Setidaknya dua warga sipil Suriah tewas dan enam lainnya menderita luka-luka akibat dua serangan bom di provinsi Hasakah, timur laut Suriah.

Dua mobil bermuatan bahan peledak meledak di kota Kurdi, Ra’s al-Ayn, provinsi Hasakah, pada Kamis sore, kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan.

Laporan lebih lanjut mengatakan beberapa bangunan tempat tinggal di bagian selatan kota dan desa-desa di dekatnya hancur setelah ledakan.

Belum ada klaim langsung atas pemboman itu.

Pada hari Senin, pasukan militer Turki menewaskan sedikitnya 11 warga sipil, termasuk delapan anak-anak, dalam serangan artileri yang menyerang dekat sebuah sekolah di provinsi Aleppo, barat laut Suriah.

BacaRatusan Pengungsi Suriah di Lebanon Pulang Kampung

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan bahwa penembakan itu terjadi di kota Tal Rif’at yang dikuasai Kurdi, ketika para siswa meninggalkan gedung dan menyebabkan 21 lainnya terluka.

Suriah Utara telah diguncang oleh beberapa serangan bom mematikan sejak Turki memulai serangan di dalam wilayah Suriah pada Oktober lalu.

Pasukan militer Turki dan militan yang didukung Ankara melancarkan invasi lintas batas di timur laut Suriah pada 9 Oktober. Serangan militer sejak itu telah menyebabkan sekitar 200.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Ankara sedang mengupayakan pembentukan “zona aman” 32 kilometer yang benar-benar jelas dari kehadiran militan Kurdi di timur laut Suriah. Turki menginginkan daerah itu digunakan untuk relokasi dua juta pengungsi Suriah yang tinggal di Turki.

Setelah merebut 120 km tanah di sepanjang perbatasan, Turki membuat kesepakatan dengan AS dan Rusia untuk menjaga militan Kurdi dari zona aman itu.

BacaMenhan Baru Israel Dalang Serangan Besar-besaran di Suriah

Pada 22 Oktober, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, menandatangani nota kesepahaman yang menyatakan bahwa militan YPG harus mundur dari “zona aman” yang dikontrol Turki dalam waktu 150 jam, setelah itu Ankara dan Moskow akan menjalankan patroli bersama di dalam area.

Ankara menganggap YPG yang didukung AS sebagai organisasi teroris yang terikat dengan kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.779 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.974.442 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: