NewsTicker

Di Kongres, Menhan AS Akui Sekutu Lama Washington Tolak Ajakan Musuhi Iran

Di Kongres, Menhan AS Akui Sekutu Lama Washington Tolak Ajakan Musuhi Iran Menhan AS, Mark Esper

AMERIKA SERIKAT – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper mengakui kepada Kongres negara Itu pada Hari Rabu (11/12) bahwa ketika Washington meminta sekutu-sekutu lama untuk membantu melawan Iran awal tahun ini, mereka menolaknya.

Penolakan yang dimaksud adalah tanggapan atas pembentukan koalisi maritim Pentagon setelah Iran dituduh AS menyerang kapal asing dan ladang minyak Saudi awal tahun ini.

“Saya secara pribadi menelepon banyak sekutu di Asia dan Eropa dan meminta beberapa bantuan dan jawaban mereka adalah ‘(hal ini) tidak mungkin’ atau ‘kami akan memikirkannya.’ Dan anda bisa melihat berapa banyak yang ada di (dalam koalisi maritim itu) sekarang,” kata Esper kepada Senator Bill Keating selama sidang dengar pendapat Komite Layanan Angkatan Bersenjata DPR AS.

Baca: New York Times: Koalisi Maritim AS Lawan Iran Ditolak Sekutu-sekutunya

“Saya bisa melihat berapa banyak yang tidak ada di sana juga, yang biasanya ada di sana. Dan itu adalah kekhawatiran yang saya miliki,” jawab Keating sebagaimana dikutip Washington Examiner.

Sejauh ini, hanya enam mitra yang telah menandatangani koalisi maritim, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Israel, Inggris, dan Australia.

Amerika pada awal tahun lalu berusaha membentuk koalisi maritim yang melibatkan negara-negara sekutunya termasuk negara-negara Asia, Eropa dan Arab Teluk. AS mengklaim, koalisi ini bertujuan untuk mengamankan jalur perdagangan laut krusial Selat Hormuz, sebuah jalur air sempit yang dilalui oleh 30% minyak yang diperdagangkan di dunia.

Baca: Jerman Resmi Tolak Gabung Koalisi Maritim AS

Amerika sebelumnya menuding Iran sebagai aktor serangan ke beberapa tanker yang melintas perairan itu. Klaim ini telah dibantah oleh Iran. Iran menyebut, ketidakstabilan di Selat Hormuz didalangi oleh pihak ketiga yang akan diuntungkan akibat kekacauan yang ada. Ketegangan mencapai titik tertinggi baru ketika para pejabat AS menuduh Iran terlibat dalam serangan terkoordinasi terhadap ladang minyak Arab Saudi, yang menghentikan setengah dari produksi minyak mentah kerajaan.

Esper dalam sidang dengar pendapat tersebut tidak menyebut sekutu mana saja yang menolak permintaannya untuk memberikan bantuan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: