NewsTicker

Ribuan Pendukung Hashd Al-Shaabi Demo Tolak Campur Tangan AS di Irak

IRAK – Ribuan pendukung Unit Mobilisasi Populer (PMU/Hashd Al-Shaabi) pro-pemerintah Irak, telah menggelar unjuk rasa di ibukota Baghdad untuk menyatakan kebencian mereka atas campur tangan Amerika Serikat dalam urusan internal Irak setelah Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi pada beberapa pemimpin pasukan sukarelawan tersebut.

Pada hari Sabtu (14/12), para pendukung Asa’ib Ahl al-Haq, yang merupakan bagian dari PMU (lebih dikenal dengan nama Arab Hashd al-Sha’abi), berkumpul di Firdos Square di jantung kota Baghdad, dan menginjak bendera AS dalam sebuah demonstrasi menentang sanksi AS terhadap pemimpin kelompok itu Qais Khazali.

Mereka juga memasang tiang gantungan di sisi jalan, dan menggantung patung Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Baca: AS Jatuhkan Sanksi Terhadap Tiga Pemimpin Pasukan Populer Irak

“Kami mengecam keputusan yang tidak adil ini. Ini adalah tindakan campur tangan, dan melawan kepribadian nasionalis,” ujar Mahmoud al-Rubae’i, anggota biro politik Blok al-Sadiqoun, yang mewakili Asaib Ahl al-Haq di parlemen Irak, kepada AFP.

Pekan lalu, kantor berita Baghdad Today melaporkan bahwa para anggota parlemen Irak mengecam langkah Washington pada 6 Desember untuk menjatuhkan sanksi yang menargetkan para pemimpin kelompok Asa’ib Ahl al-Haq dan Kata’ib Hezbollah di Irak yang beroperasi sebagai bagian dari Hashd al-Shaabi.

Blok Hikma (Gerakan Kebijaksanaan Nasional), yang dipimpin oleh ulama terkemuka Irak Ammar al-Hakim, mengeluarkan pernyataan yang mengutuk tindakan itu sebagai contoh “campur tangan terang-terangan dalam urusan Irak.”

Baca: Ulama Tertinggi Irak: Kekerasan dan Kekacauan Hanya akan Halangi Reformasi Sejati

“Kami menganggap langkah-langkah ini sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Irak,” bunyi pernyataan itu.

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap para pejabat tinggi Asa’ib Ahl al-Haq atas tuduhan mereka terlibat dalam pelanggaran terhadap para demonstran Irak.

Di antara yang menjadi sasaran adalah saudara Khazali, Laith al-Khazali, dan Hussein Falih al-Lami, kepala keamanan Hashd al-Sha’abi.

Para pejuang Hashd al-Sha’abi telah memainkan peran utama dalam pembebasan daerah-daerah yang dikuasai Daesh di selatan, timur laut dan utara ibukota Irak, membebaskan negara dari para teroris yang melancarkan serangan di negara itu, dan menguasai sebagian besar wilayah dalam waktu singkat. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: