Internasional

Houthi Yaman: Saudi Langgar Perjanjian Stockholm di Tengah Kebisuan PBB

Yaman Pejabat Yaman membantah laporan tentang pembicaraan rahasia antara gerakan Ansarullah dan Arab Saudi. Berbicara kepada Pers TV, pejabat senior Ansarullah di Dewan Politik Tertinggi, Mohammed Ali al-Houthi mengatakan Riyadh belum mengambil langkah positif untuk menyelesaikan konflik Yaman dan mewujudkan perdamaian.

Dia juga menyalahkan Arab Saudi atas keterlambatan implementasi penuh Perjanjian Stockholm pada 2018 yang ditengahi oleh PBB.

BacaAgresi Saudi-AS Meruntuhkan Sistem Kesehatan Yaman

Kesepakatan Stockholm tercapai Desember tahun lalu, setelah putaran negosiasi damai antara delegasi Ansarullah dan loyalis mantan presiden, Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang disponsori Riyadh.

Dokumen tersebut menetapkan tiga usaha: gencatan senjata di sepanjang front Hodeidah dan penempatan kembali pasukan bersenjata keluar dari kota dan pelabuhan, perjanjian pertukaran tahanan dan pernyataan kesepahaman tentang kota Taiz di Yaman Selatan.

Pasukan Yaman telah berulang kali menuduh Arab Saudi melanggar perjanjian yang didukung PBB. Mereka mengatakan pelanggaran semacam itu telah menyebabkan kematian dan cedera ratusan warga sipil.

Pada bulan September, gerakan Ansarullah mengatakan mereka menghentikan serangan balasan terhadap Arab Saudi dan menarik pasukan dari tiga pelabuhan strategis di Hodeidah seperti yang disepakati di bawah perjanjian Stockholm.

BacaHouthi Yaman Bukan Proxy Iran

Rakyat Yaman mengatakan mereka mengharapkan Kesepakatan Stockholm untuk menuju perdamaian dan pembukaan koridor kemanusiaan. Satu tahun kemudian, warga sipil masih sekarat di Yaman karena serangan udara Saudi dan blokade-nya. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: